Home Luar NegeriPerang Berakhir! AS dan Iran Akhirnya Pilih Damai

Perang Berakhir! AS dan Iran Akhirnya Pilih Damai

by CeritaBerita

Setelah bikin ketar-ketir gara-gara krisis energi global, Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya sepakat buat nyudahin perang mereka. Kabar yang bener-bener di luar prediksi BMKG ini pertama kali diringkas sama Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang jadi mediator konflik lewat akun X-nya pada Senin (15/6) dini hari.

Shehbaz nge-spill kalau kesepakatan damai ini bakal ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6). Nggak lama kemudian, Donald Trump langsung ikutan flexing kabar baik ini lewat medsos Truth Social-nya. Trump gercep merintahkan buat cabut blokade pelabuhan Iran dan nyuruh kapal-kapal dagang lagi di Selat Hormuz. “Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir,” tulis Trump.

Harga Minyak Langsung Terjun Bebas!

Efek dari pengumuman ini nggak main-main. Berdasarkan data Reuters pada Minggu (14/6), di awal perdagangan aja harga minyak mentah Brent langsung merosot 4 persen, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) AS ikutan anjlok sampai lebih dari 4,6 persen. Wajar sih, soalnya Selat Hormuz yang jadi urat nadi pasokan energi dunia emang sempat ditutup total sama Iran selama berbulan-bulan.

Wakil Menlu Iran, Kazem Gharibabadi, ngejelasin kalau detail perjanjian yang lebih luas termasuk soal pelonggaran sanksi ekonomi bakal digodok selama masa gencatan senjata 60 hari. Konflik yang pecah sejak 28 Februari lalu ini emang udah memakan ribuan korban jiwa, terutama di Iran dan Lebanon. Perang ini juga jadi beban politik yang berat banget buat Trump di dalam negeri menjelang midterm elections bulan November nanti gara-gara harga bensin yang sempat melonjak parah.

Plot Twist: Israel Ogah Ikutan Damai?

Tapi nih, di tengah euforia damai ini, situasi di Lebanon masih jadi red flag paling ribet. Pihak Israel dengan tegas menyatakan kalau mereka bukan bagian dari kesepakatan antara AS dan Iran ini. Malahan, sehari sebelum pengumuman damai, Israel sempat ngirim serangan udara ke Beirut, Lebanon, yang bikin Trump jengkel setengah mati.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, emang beda visi sama Trump. Netanyahu keukeuh pengen punya kebebasan penuh buat nyerang Lebanon demi keamanan negaranya. Di sisi lain, Iran juga ngasih syarat mutlak: perdamaian final nggak bakal terjadi kalau nggak ada gencatan senjata total di Lebanon. Negosiator Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, bahkan sempat nyindir AS yang dianggap nggak bisa ngatur dan ngontrol kelakuan sekutunya di lapangan. Kita pantau aja terus kelanjutannya, semoga beneran damai total ya.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar