Home BeritaViral Ejek Warga Medan, Lurah Ini Dipanggil Inspektorat Medan

Viral Ejek Warga Medan, Lurah Ini Dipanggil Inspektorat Medan

by CeritaBerita

Media sosial kembali diramaikan oleh aksi seorang oknum pejabat publik yang bikin netizen elus dada. Video yang memperlihatkan Lurah Pasir Jaya, Syerly, mendadak tular di mana-mana. Usut punya usut, ia diduga mengejek seorang warga yang sedang menyampaikan keluhannya terkait lampu penerangan jalan umum (PJU) langsung kepada Wali Kota Medan, Rico Waas.

Aksi tersebut tentu saja memancing kritik pedas dari masyarakat. Sebagai seorang pelayan publik, sikap tersebut dinilai kurang pantas dan tidak mengayomi, apalagi warga hanya menyampaikan aspirasi fasilitas umum yang memang menjadi hak mereka.

Terbukti Indikasi Pelanggaran Kode Etik ASN

Merespons kehebohan yang terjadi di tengah masyarakat, pihak pemerintah daerah bergerak cepat. Inspektorat Kota Medan tidak tinggal diam dan langsung memanggil Syerly untuk dimintai klarifikasi secara langsung terkait video yang meresahkan tersebut.

Setelah dilakukan serangkaian proses verifikasi dan pemeriksaan internal, pihak berwenang menemukan adanya dugaan kuat bahwasanya sang lurah telah melanggar aturan yang berlaku bagi para pegawai negeri.

“Hasil pemeriksaan, terindikasi kuat melanggar kode etik,” ujar Inspektur Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, pada Rabu (29/7).

Terancam Sanksi Akibat Melanggar Perwal Medan

Atas tindakan tersebut, Syerly diduga kuat telah mengabaikan aturan yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 58 Tahun 2023. Aturan ini secara khusus mengatur tentang Penegakan Disiplin dan Kode Etik Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Sebagai seorang ASN, setiap pegawai idealnya senantiasa menjaga sikap, tutur kata, dan perilaku, terutama saat berhadapan langsung dengan masyarakat. Fasilitas publik seperti lampu penerangan jalan sangat penting untuk keamanan warga di malam hari, sehingga sudah menjadi tugas aparat pemerintah untuk mendengarkan setiap masukan dengan bijak dan kepala dingin.

Kini, proses penanganan kasus tersebut masih berlanjut di lingkungan Pemko Medan. Kejadian ini diharapkan bisa menjadi pelajaran berharga bagi seluruh aparatur sipil negara di Kota Medan maupun daerah lainnya agar senantiasa bersikap santun, profesional, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati tanpa membeda-bedakan. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya mengenai sanksi apa yang nantinya bakal diberikan kepada yang bersangkutan.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar