Kabar penting datang dari dunia perekonomian kita. Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, menyampaikan bahwa pemerintah dan DPR sudah sepakat kalau fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya masih dalam kondisi yang baik-baik saja. Kesepakatan ini tercapai setelah mereka menggelar rapat koordinasi yang membahas tentang pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertemuan penting tersebut dilaksanakan langsung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada hari Senin (29/6). Meski fondasi ekonomi kita dinilai cukup kuat, Mari tidak menampik adanya tantangan nyata yang sedang kita hadapi saat ini. Beliau mengakui bahwa mata uang rupiah kita memang sedang mengalami pelemahan. Bahkan, penurunan nilai tukar rupiah ini tercatat sedikit lebih dalam jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga atau peers kita.
Menjaga Kepercayaan Pasar dan Stabilitas Makroekonomi
“Mungkin juga yang disepakati, keadaan ekonomi Indonesia sebetulnya secara fundamental cukup baik. Namun, kita memang menghadapi pelemahan rupiah yang lebih daripada peers kita,” ujar Mari dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/6).
Melihat situasi ini, Mari mengingatkan agar pemerintah tidak lengah. Pemerintah harus tetap waspada dan fokus menjaga sentimen positif, terutama mengenai isu confidence (kepercayaan) dan trust (keyakinan) dari pasar. Menurut beliau, tingkat kepercayaan pasar ini sangat bergantung pada keputusan dan kebijakan-kebijakan yang nantinya akan diambil oleh pemerintah.
Selain itu, Ibu Mari juga menjelaskan bahwa situasi global saat ini memang sedang diliputi ketidakpastian, dan hal ini dirasakan oleh semua negara di dunia. Kunci utamanya bukan pada masalahnya, melainkan bagaimana cara sebuah negara merespons ketidakpastian tersebut. Oleh karena itu, ada kesepakatan kuat untuk memprioritaskan stabilitas makroekonomi dalam jangka pendek.
Dampak dari gejolak global ini pun sudah mulai terlihat di kehidupan sehari-hari, misalnya seperti kenaikan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga komoditas ini pada akhirnya memicu inflasi yang mulai memengaruhi daya beli masyarakat kita.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Mari menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang fokus merumuskan langkah-langkah strategis. Langkah tersebut mencakup kebijakan dari sisi fiskal maupun moneter. Pemerintah juga akan memperkuat koordinasi antara sektor fiskal dan moneter demi menjaga perekonomian Indonesia agar tetap stabil dan aman ke depannya.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.