Home Luar NegeriDampak Kabut Asap Kalimantan, Kualitas Udara Singapura Memburuk

Dampak Kabut Asap Kalimantan, Kualitas Udara Singapura Memburuk

by CeritaBerita

Kualitas udara di seluruh wilayah Singapura memburuk secara signifikan pada Selasa (15/9). Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) di lima wilayah utama Negeri Singa secara bersamaan resmi masuk ke dalam kategori tidak sehat. Peristiwa ini menjadi momen pertama kalinya sejak September 2019 seluruh penjuru Singapura mengalami kondisi udara yang memprihatinkan secara serentak.

Berdasarkan data resmi dari Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) pada pukul 06.00 waktu setempat, wilayah pusat mencatatkan angka PSI tertinggi yakni mencapai 154. Sementara itu, wilayah utara berada di angka 104, barat 127, timur 126, dan wilayah selatan mencapai 110. Dalam skala tolok ukur kualitas udara Singapura, rentang PSI 101–200 dikategorikan sebagai kondisi yang tidak sehat bagi kesehatan warga.

Perubahan Arah Angin Kencang Bawa Asap dari Kalimantan dan Sumatra

Sebagaimana dilansir dari Channel News Asia (CNA), pihak NEA mengungkapkan bahwa penurunan kualitas udara yang drastis ini berkaitan erat dengan pergerakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Dalam laporan harian pada Senin (14/9), NEA menjelaskan adanya kepulan asap berintensitas sedang hingga pekat dari Kalimantan yang terdorong menuju wilayah Singapura akibat embusan angin dari arah timur-tenggara.

Selain dari Kalimantan, sebagian kabut asap tipis hingga sedang juga terdeteksi bergerak naik dari wilayah selatan Sumatra. Pihak NEA memprediksi cuaca kering masih akan menyelimuti kawasan Singapura dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan. Hal ini berpotensi membuat Singapura terus diselimuti kabut asap tebal jika hembusan angin dari arah tenggara bertahan.

Pemburukan Sejak Awal September Hingga Merata di 5 Wilayah

Sejatinya, tanda-tanda penurunan kualitas udara di Singapura sudah mulai mengkhawatirkan sejak awal bulan ini. Pada 4 September lalu, angka PSI harian di wilayah pusat Singapura tercatat masuk kategori tidak sehat untuk pertama kalinya sejak tahun 2023. Situasi tersebut langsung direspons NEA dengan menerbitkan panduan dan imbauan rutin penanganan kabut asap setiap harinya.

Kondisi tersebut kian memburuk hingga pada Senin (14/9) malam, tercatat empat dari lima wilayah Singapura sudah masuk kategori tidak sehat. Puncaknya terjadi pada Selasa (15/9) pagi ketika wilayah utara menjadi wilayah terakhir yang ikut terimbas. Imbasnya, aktivitas warga di luar ruangan kini diimbau untuk dikurangi demi menjaga kesehatan pernapasan.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar