Pernah gak sih kepikiran pas lagi nonton bola, “Kenapa ya nomor punggung striker itu identik sama angka 9 atau 10? Terus kenapa kiper di mana-mana selalu dapet nomor 1?”
Nah, biar gak penasaran lagi dan bisa pamer info ini ke tongkrongan, yuk kita bahas sejarahnya lewat artikel santai ini!
Berawal dari Penonton yang Kebingungan
Dulu banget, pas sepak bola baru lahir di tanah Inggris sekitar abad ke-19, jersinya tuh polosan alias gak ada nomornya sama sekali. Alhasil, penonton, komentator, bahkan wasit sering pusing tujuh keliling buat bedain mana si A dan mana si B, apalagi kalau mukanya mirip dari kejauhan.
Akhirnya, pada 25 Agustus 1928, ada eksperimen perdana di Liga Inggris. Waktu itu pas laga Chelsea vs Swansea Town dan Sheffield Wednesday vs Arsenal. Para pemain dipasangin nomor di punggungnya. Fungsinya simpel: biar gak ketuker!
Alasan Kiper Selalu Nomor 1: Murni Urutan Formasi!
Zaman dulu, formasi yang paling ngetren dan dianggap paling meta adalah formasi klasik 2-3-5 (2 bek, 3 gelandang, 5 penyerang). Gak kayak sekarang yang taktiknya ribet, dulu penomoran itu diurutin dari posisi paling belakang ke depan.
Karena kiper posisinya paling bontot di bawah mistar gawang, otomatis dialah yang dapet giliran pertama alias Nomor 1.
Biar dapet gambarannya, begini urutan angka 1 sampai 11 di formasi jadul itu:
- No. 1: Kiper (Sang penjaga terakhir)
- No. 2 & 3: Bek kanan dan bek kiri
- No. 4, 5, & 6: Lini tengah (gelandang)
- No. 7 & 11: Pemain sayap (winger)
- No. 8 & 10: Gelandang serang / penyerang dalam
- No. 9: Striker utama / ujung tombak
Makanya, biarpun taktik sepak bola zaman sekarang udah berkembang jadi 4-3-3 atau 3-4-3, “warisan” penomoran ini tetep nempel. Alasan kenapa bek kanan identik dengan nomor 2, atau striker haus gol identik dengan nomor 9 ya karena sejarah formasi lawas ini, guys.
Dari Nomor Posisi, Jadi Identitas Pribadi
Dulu, aturan nomor punggung ini kaku banget. Siapa pun yang masuk starting XI (pemain inti) hari itu, ya wajib pakai nomor 1 sampai 11. Kalau lo dicadangin, lo bakal dapet nomor 12 ke atas. Jadi, nomor punggung itu melekat ke posisinya, bukan ke orangnya.

Perubahan total baru terjadi pas Piala Dunia 1954. FIFA mulai bikin aturan kalau setiap pemain punya nomor yang tetap selama turnamen.
Nah, tren nomor punggung tetap yang sesuai keinginan pemain baru benar-benar bebas dipakai di kompetisi klub sejak musim 1993/1994 (dimulai sama Premier League). Sejak momen itulah para pemain bisa milih nomor hoki mereka sendiri, kayak Cristiano Ronaldo yang ikonik dengan CR7, atau Lionel Messi yang sakral dengan nomor 10.
Jadi, sekarang udah paham kan kenapa kiper selalu dapet nomor urut pertama? Gak usah heran lagi, ya!