Siapa sih yang nggak seneng dapet jatah libur pas tanggal 1 Mei? Tapi, lo tau nggak kalau May Day alias Hari Buruh itu sejarahnya nggak sesantai rebahan lo sekarang? Ini bukan sekadar perayaan “libur kaum pekerja”, tapi hasil perjuangan berdarah-darah para pendahulu kita terutama kaum buruh.
Kerja Sampe Tipes (Abad ke-19)
Flashback ke abad ke-19 di Amerika Serikat. Bayangin aja, dulu orang kerja itu nggak manusiawi banget. Mereka bisa kerja 12 sampe 16 jam sehari, 7 hari seminggu! Gila nggak tuh? Nggak ada waktu buat healing, apalagi scrolling TikTok. Karena udah muak sama sistem yang “nyiksa” ini, para buruh mulai kompak buat nuntut perubahan. Slogannya keren banget waktu itu: “8 jam kerja, 8 jam rekreasi, dan 8 jam istirahat.” Simple, tapi adil.
Tragedi Haymarket
Puncaknya terjadi pada 1 Mei 1886. Sekitar 400.000 buruh di AS ngadain aksi mogok massal. Nah, di Chicago, tepatnya di Haymarket Square tanggal 4 Mei, situasinya makin panas. Lagi demo damai, tiba-tiba ada oknum yang ngelempar bom ke arah polisi. Bum! Rusuh deh tuh. Banyak buruh yang ditangkep, bahkan ada beberapa yang dihukum mati tanpa bukti yang jelas.
Kejadian ini bikin geger dunia. Sebagai bentuk solidaritas buat “Martir Haymarket”, sebuah organisasi internasional di Paris tahun 1889 akhirnya menetapin tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.
Terus, Gimana di Indonesia?
Di negara kita sendiri, sejarah Hari Buruh itu kayak naik roller coaster.
- Zaman Dulu: Buruh Indonesia udah ngerayain May Day sejak zaman kolonial (sekitar 1920-an).
- Zaman Orde Baru: Pas era Pak Harto, perayaan May Day sempat dilarang keras karena dianggap identik sama paham kiri atau komunis. Istilah “Buruh” pun diganti jadi “Karyawan” biar kedengerannya lebih halus.
- Pasca Reformasi: Setelah rezim berganti, semangat May Day balik lagi. Dan puncaknya di tahun 2013, pemerintah akhirnya ngetok palu kalau 1 Mei jadi hari libur nasional mulai tahun 2014. Fix, no debat!
Kenapa Kita Harus Peduli?
Hari Buruh itu pengingat kalau hak-hak yang kita nikmatin sekarang—kayak jam kerja yang jelas, cuti, sampe THR—itu nggak dateng dari langit. Itu semua hasil keringat dan air mata para buruh zaman dulu yang berani speak up.
Jadi, pas lo lagi asik santai di tanggal 1 Mei nanti, inget-inget dikit lah ya kalau ini adalah hari kemenangan buat semua pekerja. Respect buat para buruh, karena tanpa mereka, ekonomi dunia bakalan stuck alias nggak jalan sama sekali.
Selamat Hari Buruh!