Bayangin lo lagi nonton serial action yang season finale-nya bener-bener pecah. Nah, kayak gitulah gambaran situasi di Eropa pas bulan Mei 1945. Setelah bertahun-tahun bikin dunia mencekam, dominasi Nazi Jerman akhirnya resmi tamat. Perang Dunia II di benua Eropa dinyatakan bubar jalan!
Semua drama ini mencapai puncaknya pas si bos besar Nazi, Adolf Hitler, milih buat end his own life alias bunuh diri di bungker bawah tanahnya pada 30 April 1945. Hitler ogah bernasib tragis kayak sekutunya, Benito Mussolini, yang dieksekusi terus jasadnya digantung di tengah kota Milan sama rakyatnya sendiri. Sebelum tiada, Hitler sempat nunjuk Karl Dönitz buat jadi suksesornya. Tapi ya… ibarat kapal yang udah bocor parah, Dönitz gak bisa berbuat banyak selain pasrah nunggu tenggelam.
Berlin Jatuh dan Efek Domino “Gue Menyerah!”
Masuk tanggal 2 Mei 1945, pasukan Uni Soviet berhasil menduduki Berlin. Di momen ini, mental tempur tentara Jerman langsung drop ke level paling bawah. Efek dominonya gokil banget! Di mana-mana, tentara Jerman langsung angkat tangan.
Gak cuma puluhan ribu, tapi jutaan tentara Axis langsung menyerahkan diri ke sekutu. Bahkan, saking banyaknya tawanan, pihak Sekutu sampai bikin kamp raksasa darurat bernama Rheinwiesenlager buat menampung mereka.
Gak kalah dramatis, pas pasukan Sekutu mulai masuk lebih dalam ke wilayah Jerman, mereka nemuin kamp-kamp konsentrasi Nazi kayak Bergen-Belsen dan Dachau. Di situ baru deh ketahuan semua bukti kekejaman Holocaust yang selama ini disembunyiin. Bener-bener bikin merinding!
Detik-Detik Tanda Tangan “Kalah Mutlak”
Melihat pasukannya makin terjepit, Jenderal Alfred Jodl akhirnya diutus ke Reims, Prancis, buat negoisasi. Awalnya Jerman masih mau sok jual mahal, tapi Jenderal AS, Dwight D. Eisenhower, langsung ngasih gertakan maut: “Menyerah tanpa syarat sekarang, atau jalur kalian kami tutup dan biar kalian dihabisi sama Uni Soviet!” Mendengar ancaman itu, Dönitz langsung nge-lag dan akhirnya ngasih lampu hijau buat menyerah total. Dokumen menyerah tanpa syarat ini pertama kali ditandatangani pada 7 Mei di Prancis.

Besoknya, tanggal 8 Mei 1945, giliran Field Marshal Wilhelm Keitel yang menandatangani dokumen penyerahan resmi di Karlshorst, Berlin, di depan Marsekal Uni Soviet, Georgy Zhukov. Momen ini sekarang kita kenal sebagai Victory in Europe Day (VE Day). Tapi karena perbedaan zona waktu, Rusia baru merayakannya tanggal 9 Mei sebagai Victory Day.
Masih Ada Baku Hantam Tipis-Tipis
Meskipun kertas penyerahan diri udah ditandatangani, ternyata gak semua tentara Jerman langsung dapet info atau mau patuh gitu aja. Masih ada sisa-sisa pertempuran kecil di beberapa titik, kayak di Courland Pocket (Latvia) yang baru kelar 10 Mei, daerah Praha yang baru tenang tanggal 11 Mei, sampai Pertempuran Odžak di Yugoslavia yang baru bener-bener kelar tanggal 25 Mei 1945.
Well, meskipun perang di Eropa udah resmi bubar, dunia belum sepenuhnya tenang karena perang di teater Pasifik melawan Jepang masih terus berlanjut. Tapi seenggaknya, runtuhnya Nazi Jerman di Mei 1945 ini jadi bukti kalau kejahatan bakal kalah pada waktunya!
Sekilas Tentang Perang Dunia II
Perang Dunia II itu fix jadi perang paling brutal dan gak ada obat dalam sejarah manusia, karena ngerenggut nyawa sekitar 70 sampai 85 juta orang berlangsung sejak tahun 1939-1945. Yang bikin makin sedih, mayoritas korbannya itu warga sipil biasa—sekitar 50 sampai 56 juta orang—yang meninggal gara-gara kelaparan, kena penyakit, jadi korban kekejaman Holocaust, atau kena bom nyasar pas serangan udara. Sementara itu, buat korban dari kalangan tentara sendiri tembus sampai 21-25 juta prajurit, di mana Uni Soviet sama China jadi negara yang paling banyak kehilangan rakyatnya selama baku hantam global ini.
Gak cuma bikin jutaan nyawa melayang, perang ini juga bikin dunia hancur lebur secara fisik dan finansial. Kota-kota besar di Eropa sama Asia langsung rata tanah kena bom, terus ribuan pabrik, jalur kereta, jembatan, sampai pelabuhan hancur total yang bikin ekonomi dunia langsung down parah. Kalau dihitung-hitung pakai duit, total biaya yang dihabisin negara-negara yang ikutan perang ini mencapai triliunan dolar AS! Efeknya? Inflasi di mana-mana, kemiskinan ekstrem merajalela, dan butuh waktu puluhan tahun buat negara-negara ini bisa move on dan bangkit lagi dari keterpurukan. Bener-bener se-merusak itu! Kita berharap gak akan ada lagi perang-perang lainnya. Karena perang cuma merugikan, baik nyawa manusia maupun kerugian material.