Home ArtikelNegara yang Melarang Akses Google Street View dan Ancamannya

Negara yang Melarang Akses Google Street View dan Ancamannya

by CeritaBerita

Sejak diluncurkan pada tahun 2007, Google Street View telah menjadi jendela dunia digital yang memungkinkan kita berjalan-jalan secara virtual dari New York hingga pelosok gang di Jakarta. Namun, pernahkah kamu menyadari kalo ada beberapa negara yang sama sekali “bersih” dari jepretan kamera mobil Google?

Bukan karena Google tidak mampu membeli tiket ke sana, melainkan karena kombinasi ketat antara kebijakan politik, ketakutan akan spionase, hingga undang-undang privasi yang super ketat.

Berikut adalah daftar negara yang tidak bisa diakses di Google Street View beserta alasan kuat di baliknya:

1. Jerman: Benteng Privasi yang Kuat

Jerman sebenarnya memiliki cakupan Street View yang sangat terbatas di kota-kota besar, namun hampir sebagian besar wilayah pemukimannya “blank” atau diburamkan.

  • Alasannya: Warga Jerman sangat menjunjung tinggi hak privasi (Datenschutz). Ketika Google pertama kali mencoba merekam jalanan Jerman pada 2010, gelombang protes massal terjadi.
  • Dampaknya: Pemerintah Jerman memaksa Google memberikan hak kepada pemilik rumah untuk meminta bangunan mereka disamarkan. Akibat jutaan permintaan pemburaman (blurring), Google akhirnya memutuskan untuk menghentikan pembaruan armada Street View mereka di Jerman selama bertahun-tahun.

2. India: Alasan Keamanan Nasional dan Terorisme

Sebagai salah satu pasar internet terbesar di dunia, India justru menjadi wilayah yang sangat tertutup bagi mobil kamera Google.

  • Alasannya: Kementerian Dalam Negeri India secara resmi menolak izin Google Street View karena kekhawatiran terkait keamanan nasional. Pemerintah India menilai bahwa citra 360 derajat yang terlalu detail dapat dimanfaatkan oleh kelompok teroris untuk merencanakan serangan, belajar dari tragedi serangan teror Mumbai pada tahun 2008 di mana para pelaku menggunakan Google Earth untuk memetakan lokasi.

3. Korea Utara: Isolasi Total dari Dunia Luar

Bukan rahasia lagi jika Korea Utara adalah salah satu negara paling tertutup di bumi, dan hal ini berlaku mutlak bagi raksasa teknologi AS seperti Google.

  • Alasannya: Rezim pemerintah yang otoriter mengontrol ketat seluruh arus informasi dan akses internet. Jangankan mengambil foto jalanan secara detail, akses masuk bagi warga asing pun dijaga sangat ketat. Di Google Maps, Anda hanya bisa melihat peta dasar Korea Utara tanpa adanya opsi Street View sama sekali.

4. Tiongkok (Cina): Blokade Tembok Api Digital (The Great Firewall)

Meskipun Tiongkok adalah raksasa teknologi global, Anda tidak akan menemukan layanan Google berjalan normal di sana, termasuk Street View.

  • Alasannya: Pemerintah Tiongkok menerapkan aturan sensor internet yang sangat ketat (The Great Firewall). Selain memblokir Google, Tiongkok juga memiliki undang-undang pemetaan sendiri yang melarang pihak asing melakukan survei geografis tanpa izin khusus demi keamanan negara. Sebagai gantinya, mereka menggunakan aplikasi lokal seperti Baidu Maps atau Tencent Maps.

5. Belarusia dan Rusia: Ketegangan Geopolitik

Di wilayah Eropa Timur, akses Street View kini menjadi hal yang sangat sensitif, terutama setelah meningkatnya ketegangan geopolitik dalam beberapa tahun terakhir.

  • Alasannya: Belarusia, sebagai sekutu dekat Rusia, melarang operasional pemetaan visual oleh perusahaan Barat karena alasan keamanan militer. Sementara di Rusia, meskipun beberapa kota besar sempat terekam, Google telah menghentikan pembaruan data dan operasional armadanya seiring dengan sanksi ekonomi dan pembatasan hukum yang terjadi sejak tahun 2022.

Alasan Utama di Balik “Zonasi Merah” Google Street View:

  1. Keamanan Militer: Detail jalanan dan infrastruktur dianggap bisa membocorkan posisi basis pertahanan strategis suatu negara.
  2. Kedaulatan Hukum: Banyak negara menolak standardisasi privasi global yang dibawa oleh perusahaan Silicon Valley.
  3. Perlindungan Data Pribadi: Ketakutan bahwa wajah, plat nomor kendaraan, dan aktivitas harian warga terekam tanpa izin tertulis.

Di Indonesia sendiri Google Street View bisa dengan bebas diakses siapapun. Pasti kamu juga bisa kepoin rumah mantan atau tempat-tempat unik dan bersejarah di Indonesia. Namun, ternyata kebebasan itu bukan tanpa ancaman. Karena kemudahan melihat seluruh area, termasuk area aset vital negara, merupakan hal yang berbahaya. Apakah bagi individu maupun keselamatan jati diri sebuah bangsa. Apalagi -kalau- Indonesia dalam keadaan berperang dengan negara lain. Tentunya sangat berbahaya bukan, karena seluruh aset vital dapat dideteksi melalui aplikasi internet se-simple Google Street View.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar