Presiden RI Prabowo Subianto baru aja menyampaikan pidato krusial di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Rabu, (20/05) Di depan para anggota dewan dalam Rapat Paripurna DPR yang ngebahas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027, Prabowo blak-blakan soal target nilai tukar rupiah buat tahun depan.
Pemerintah nargetin nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat bisa dijaga ketat di kisaran Rp 16.800 sampai Rp 17.500 per dollar AS untuk tahun 2027 nanti. Biar target ini gak sekadar wacana, Prabowo tekankan kalau pemerintah wajib nerapin strategi fiskal dan moneter demi ngejaga mata uang kita tetap stabil.
Gak Cuma Kurs, Angka Kemiskinan dan Pengangguran Bakal Dipangkas Abis!
Selain urusan dollar yang bikin pusing, Presiden juga ngasih tau beberapa target indikator ekonomi makro lainnya. Buat tahun 2027, inflasi ditargetkan aman terkendali di angka 1,5 sampai 3,5 persen aja. Dan pemerintah punya misi baru buat nurunin angka kemiskinan dari yang tadinya 6,5-7,0 persen menjadi 6,0-6,5 persen. Tingkat pengangguran terbuka juga mau dipangkas biar turun ke rentang 4,30-4,87 persen. Plus, defisit APBN 2027 bakal dijaga super ketat maksimal di angka 2,40 persen PDB.
Target-target ini jelas jadi tantangan berat. Soalnya, pas banget di pagi hari pas rapat ini digelar, kondisi rupiah di pasar spot justru lagi boncos dan lesu parah. Rupiah dibuka melemah ke level Rp 17.738 per dollar AS, yang bikin mata uang kita jadi yang paling bawah dengan koreksi terdalam di seluruh kawasan Asia pagi ini.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.