Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hari ini resmi melantik ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) baru di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Prosesi pelantikan akbar ini digelar langsung di Balai Kota Jakarta pada hari Rabu (20/5). Gak tanggung-tanggung, jumlah ASN yang dilantik mencapai 891 orang.
Pramono ngejelasin kalau pelantikan ini sengaja digeber buat mengisi posisi-posisi penting yang sempat kosong di birokrasi Jakarta. Biar roda organisasi Pemprov DKI bisa langsung gaspol dan pelayanan ke warga makin optimal tanpa ada hambatan.
Terungkap! Alasan Pilih Hari Rabu
Nah, ada yang unik nih dari acara pelantikan kali ini. Pramono blak-blakan mengungkap alasan kenapa dia selalu milih hari Rabu buat melantik para bawahannya. Ternyata, ada misi rahasia yang seru banget di baliknya!
“Kenapa hari Rabu? Karena saya sengaja dalam melantik itu biasanya hari Rabu supaya ASN yang dilantik naik transportasi umum memakai identitas Betawi; ujung serong, encim, dan sebagainya,” ujar Pramono santai pas ditemui di Balai Kota Jakarta. Jadi, para ASN ini ditantang buat styling kece pake baju adat Betawi sambil naik angkutan umum kayak TransJakarta atau MRT pas mau berangkat pelantikan. Kebayang kan serunya?
Gak Mau Ada Jabatan Kosong alias Plt Kelamaan
Bukan cuma soal seru-seruan baju adat, Pramono juga menegaskan kalau di masa kepemimpinannya, dia gak mau melihat ada jabatan yang dibiarkan kosong terlalu lama alias cuma diisi sama Pelaksana Tugas (Plt).
“Jadi saya memang berkeinginan semua jabatan itu jangan sampai ada yang kosong. Karena organisasi itu tercermin bagaimana berjalan dengan baik, sudah tidak ada lagi Plt,” tuturnya. Menurutnya, stabilitas organisasi itu nomor satu biar kerja pemerintah gak lelet.
Dari Eselon II Sampai IV Semua Langsung Diisi
Pelantikan sore ini emang didominasi sama pejabat di level operasional. Pramono merinci kalau formasi yang diisi kali ini gak cuma buat kelas kakap di Eselon II aja.
“Bukan hanya Eselon II, tapi lebih banyak Eselon III dan Eselon IV, ada 891,” tambahnya lagi. Dengan pengisian serentak ini, diharapkan semua lini pelayanan publik di Jakarta langsung tancap gas tanpa drama kekosongan posisi lagi.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.