Pesta pora Persib Bandung pas ngunci gelar juara Super League 2025/26 di Stadion GBLA, Sabtu (23/5) kemarin, emang gokil abis. Tapi, di balik gemerlapnya confetti dan tangis haru para Bobotoh, ada satu momen di podium yang bikin netizen dan pencinta bola tanah air langsung gagal fokus alias salfok.
Pas momen sakral penyerahan trofi juara, sosok yang maju buat ngasih piala gede itu ke Marc Klok dan kawan-kawan ternyata bukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang juga Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Sosok yang megang piala itu malah Maruarar Sirait yang disebut di siaran sepakbola malam ini sebagai Menteri Perumahan dan Permukiman Republik Indonesia.
Sontak aja, jagat media sosial langsung ramai. Kolom komentar langsung penuh sama pertanyaan penonton: “Loh, kok yang nyerahin bukan Menpora?” Tenang, mari kita bedah pelan-pelan biar gak salah paham!
Kenapa Malah Maruarar Sirait yang Maju?
Buat kalian yang ngikutin sepak bola lokal dari lama, nama Maruarar Sirait—atau yang akrab disapa Bang Ara—emang udah gak asing lagi. Beliau ini punya track record panjang di sepak bola Indonesia. Bang Ara sering banget dipercaya buat jadi Ketua Steering Committee (SC) alias panitia pengarah di berbagai turnamen besar dan kompetisi elite tanah air karena dinilai tegas dan transparan.
Nah, kehadiran Bang Ara di atas panggung juara kemarin itu kapasitasnya sebagai representasi dari tokoh senior dan pihak penanggung jawab yang mengawal jalannya kompetisi dari awal musim sampai kelar. Jadi, secara histori dan kedekatan sama industri bola kita, kehadirannya di podium sebenernya masih masuk akal sih.
Kenapa pejabat nomor satu di kementerian olahraga yang sekaligus ketua umum dari federasi sepak bola kita malah gak kelihatan batang hidungnya di momen sepenting ini?
Baca juga: Persib Bandung Juara: Cetak Hat-trick di Super League!
Ketidakhadiran Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI tersebut digantikan sama Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali yang nemenin Bang Ara di atas podium, bareng jajaran Direksi PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga.
Secara aturan protokoler organisasi, kalau Ketua Umum lagi ada urusan mendesak—misalnya lagi ada meeting penting sama FIFA di luar negeri atau tugas negara yang gak bisa diwakilin—maka mandat buat urusan seremonial kayak gini emang otomatis turun ke Wakil Ketua Umum. Jadi, secara legalitas federasi, penyerahan piala ini tetep sah dan legal kok, gak ada masalah.
Meskipun protokolernya agak beda dari biasanya dan sempat bikin netizen kasak-kusuk, hal itu sama sekali gak ngurangin rasa bahagia anak-anak Bandung. Begitu piala diangkat tinggi-tinggi, seisi GBLA langsung pecah! Mau siapa pun yang serahin pialanya, yang penting Persib Bandung resmi hat-trick juara!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan dari berbagai sumber tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.