Suasana tenang di kawasan Matraman–Menteng, Jakarta Pusat, mendadak berubah mencekam pada Senin dini hari, (27/7). Kerusuhan hebat pecah di Jalan Tambak setelah terjadi percekcokan antara kelompok warga lokal dan sekelompok orang yang diduga berasal dari Ambon.
Siapa sangka, masalah besar ini ternyata dipicu oleh hal yang seumpama sepele. Semuanya bermula saat ada dua pengendara sepeda motor yang sengaja menggeber-geber knalpot bising mereka tepat di dekat seorang pedagang nasi uduk. Warga yang merasa terganggu mencoba menegur, namun suasana malah makin panas hingga berujung adu mulut.
Tak butuh waktu lama, situasi yang tadinya cuma adu argumen mendadak berlanjut ke aksi kekerasan. Gerobak nasi uduk milik warga hancur dirusak, dan beberapa warga sekitar menjadi korban penganiayaan.
Bentrokan Memanas hingga Menjatuhkan Korban Jiwa
Melihat rekannya dianiaya dan fasilitas jualan dirusak, massa warga dengan cepat berkumpul. Kedua belah pihak yang tersulut emosi akhirnya saling serang di sepanjang jalan. Warga dan kelompok lawan saling lempar batu, kayu, hingga petasan berdaya ledak lumayan besar. Suasana di kawasan batas Jakarta Timur dan Jakarta Pusat itu pun jadi sangat panas dan liar.
Sampai pukul 02.30 WIB, kondisi di lapangan masih jauh dari kata kondusif. Suara ledakan petasan berkali-kali memecah keheningan malam, sementara kepulan asap dan puing-puing sisa bentrokan berserakan di mana-mana.
Insiden berdarah ini memakan korban yang tidak sedikit. Satu orang dilaporkan meninggal dunia di tempat, sementara satu korban lainnya mengalami luka yang cukup berat dan harus dilarikan ke RSCM untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.
Polisi Amankan Pelaku dan Perketat Penjagaan
Petugas kepolisian bersenjata lengkap yang dilengkapi tameng dan pentungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Untuk mencegah jatuhnya korban tambahan dari pengguna jalan, akses Jalan Tambak terpaksa ditutup total untuk sementara waktu.
Sejauh ini, polisi bergerak cepat dan sudah berhasil menangkap tiga orang terduga pelaku yang menjadi dalang awal penganiayaan warga.
Tidak hanya Jalan Tambak yang dijaga ketat, Markas Polsek Menteng juga mendapatkan pengawalan ekstra ketat dari aparat. Langkah ini diambil setelah kantor polisi tersebut sempat digeruduk oleh kerumunan massa yang emosi. Pihak kepolisian pun terus memberikan imbauan tegas agar masyarakat sekitar tidak mendekat ke area konflik demi keselamatan bersama.