Warga Pulau Sumatera kemarin baru aja dibikin senewen gara-gara listrik padam massal alias blackout pada Jumat (22/5) kemarin. Gak tanggung-tanggung, mayoritas wilayah dari ujung selatan sampai utara Sumatera bener-bener mati lampu, bikin aktivitas rumah tangga sampai fasilitas umum lumpuh total.
Melihat kejadian yang bikin heboh ini, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, langsung gerak cepat menggelar konferensi pers pada Sabtu (23/5). Beliau secara jantan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Sumatera yang terdampak.
“Kami sekali lagi memberikan upaya yang terbaik, mengerahkan seluruh kekuatan yang kami punya dan kami terus siaga agar sistem kelistrikan bisa segera pulih kembali,” ujar Pak Darmawan dengan nada tegap.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Jambi, Merembet ke Aceh!
Dirut ngejelasin kalau pemadaman listrik ini diakibatkan oleh cuaca buruk ekstrem yang ngehajar gardu induk dan sistem transmisi mereka. Wilayah yang kena apes di antaranya ada Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, sampai Jambi.
Semua drama ini dimulai pas jam 18.44 WIB. PLN langsung mendeteksi adanya keanehan di ruas transmisi 275 kV (kilovolt) yang ngehubungin Muara Bungo dan Sungai Rumbai di daerah Jambi. Nah, gangguan di jalur utama ini ternyata ngasih efek kejut atau “syok” yang luar biasa ke pembangkit-pembangkit listrik di sekitarnya.
Ibaratnya kayak efek domino. Di beberapa wilayah, listrik tiba-tiba kehilangan beban dan ngalamin over supply (kelebihan pasokan). Gara-gara tegangan dan frekuensi di dua daerah itu melonjak drastis, sistem keamanan otomatis langsung mematikan pembangkit biar gak meledak.
Tapi apesnya, di daerah lain malah terjadi defisit alias kekurangan pasokan karena pembangkitnya ikutan tumbang. Voltase turun drastis, pembangkit keberatan beban, dan akhirnya… pet! Mati lampu massal dari Jambi, Riau, Sumut, sampai ke ujung Aceh. Bener-bener chain reaction yang bikin pusing!
Respons Cepat PLN: Dua Jam Langsung Sembuh
Untungnya, tim PLN di lapangan gak pakai lama buat rebahan. Begitu dapet laporan gangguan, mereka langsung diterjunin ke lokasi buat ngecek kerusakan fisik pada gardu induk dan jalur transmisi.
Kerja keras mereka berbuah manis. Cuma butuh waktu sekitar 2 jam, gardu induk dan sistem transmisi yang sempat eror tadi udah berhasil dipulihkan dan dinormalisasi lagi.
Darmawan juga negasin kalau kejadian kali ini untungnya beda sama bencana blackout Sumatera akhir tahun lalu. Kalau yang kemarin-kemarin itu parah banget karena ada kerusakan fisik nyata kayak menara transmisi yang roboh kesapu longsor. Kalau sekarang murni karena sistem kelistrikan yang kaget akibat cuaca.
“Hari ini kami menyampaikan bahwa gardu induk dan sistem transmisi kami sudah pulih,” pungkasnya. Semoga aja gak ada drama mati lampu jilid dua ya, gaes! Sedia powerbank selalu!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: tempo.co dan detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.