Aksi main hakim sendiri kembali memakan korban jiwa dan menyisakan duka mendalam bagi sebuah keluarga di Bali. Peristiwa tragis ini terjadi pada Jum’at, (24/07), ketika seorang warga asal Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, meregang nyawa akibat dikeroyok oleh sekumpulan warga.
Insiden berdarah ini bermula saat korban tepergok oleh warga di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Korban diduga kuat hendak mencuri ayam di kawasan permukiman tersebut. Warga yang memergoki hal itu langsung berseru hingga memancing perhatian massa di sekitar lokasi kejadian.
Tanpa adanya proses hukum atau konfirmasi terlebih dahulu, massa yang emosi langsung mengepung dan menganiaya korban secara bersama-sama hingga tewas di tempat.
Kekesalan Warga Dipicu Maraknya Kasus Pencurian
Tindakan anarkis yang dilakukan oleh massa tersebut ternyata dipicu oleh kekesalan yang sudah lama terpendam. Selama beberapa waktu terakhir, warga di Desa Batunya memang kerap dibuat resah dan gelisah akibat seringnya terjadi kasus kehilangan ayam aduan di lingkungan setempat.
Rasa jengkel yang memuncak membuat emosi warga meledak begitu melihat ada sosok yang mencurigakan dan tepergok di lapangan. Selain mengeroyok terduga pelaku hingga tidak bernyawa, massa yang makin hilang kendali juga membakar habis sepeda motor yang digunakan oleh korban untuk menuju ke lokasi tersebut.
Duka Mendalam Bagi Keluarga yang Ditinggalkan
Kepergian korban yang begitu mendadak dan mengenaskan ini meninggalkan kesedihan luar biasa bagi keluarga yang ditinggalkannya di Buleleng. Korban diketahui meninggalkan seorang istri serta tiga orang anak yang masih membutuhkan perhatian.
Anak pertamanya memang sudah dewasa dan berkeluarga. Namun, dua anak lainnya masih sangat belia dan menempuh pendidikan. Anak keduanya saat ini masih duduk di bangku kelas 1 SMA, sedangkan anak bungsunya masih polos dan baru bersekolah di kelas 1 SD.
Kini, keluarga korban hanya bisa meratapi nasib dan berharap ada keadilan atas aksi main hakim sendiri yang menghabisi nyawa tulang punggung keluarga mereka tersebut. Kasus ini pun sudah ditangani oleh pihak kepolisian setempat untuk diselidiki lebih lanjut.