Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) secara resmi menunjuk legenda bulutangkis Tanah Air, Nova Widianto, sebagai Kepala Pelatih Ganda Campuran Pelatnas Cipayung. Penunjukan yang diumumkan pada Rabu (5/8) ini menjadi periode kedua bagi Nova untuk menukangi sektor ganda campuran Indonesia, setelah sebelumnya sempat mengemban amanah posisi serupa pada tahun 2021.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pelatnas PBSI, Eng Hian, menaruh kepercayaan penuh pada rekam jejak Nova. Ia meyakini bahwa wawasan mendalam serta pengalaman panjang yang dimiliki Nova—baik sebagai pemain elite dunia maupun pelatih—akan menjadi modal yang sangat penting untuk mendongkrak kembali daya saing sektor ganda campuran Merah Putih di kancah internasional.
“Nova merupakan sosok yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang sangat baik di sektor ganda, baik sebagai atlet maupun pelatih,” puji Eng Hian dalam keterangan tertulis resminya di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (5/8).
Modal Pengalaman Segudang dan Prestasi Mentereng di Malaysia
Nama Nova Widianto jelas sudah tidak asing lagi bagi pencinta bulutangkis Indonesia. Sewaktu aktif mengayunkan raket, ia adalah pasangan legendaris bersama Liliyana Natsir yang berhasil menyabet gelar Juara Dunia pada 2005 dan 2007, serta menyumbangkan medali perak di Olimpiade Beijing 2008.
Kiprahnya saat beralih menjadi pelatih pun terbilang sangat cemerlang. Sebelum kembali ke markas Pelatnas Cipayung, Nova sempat menjadi asisten pelatih mendampingi sosok senior Richard Mainaky sejak 2013, hingga akhirnya naik posisi menjadi pelatih kepala pada 2021.
Nggak cuma di dalam negeri, Nova juga mengukir tinta emas saat melatih tim nasional Malaysia. Pada tahun 2024 lalu, ia mencetak sejarah besar dengan mengantarkan pasangan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei meraih gelar juara dunia. Pencapaian luar biasa itu menjadi gelar juara dunia pertama sepanjang sejarah bagi sektor ganda campuran negeri jiran tersebut.
Kini, dengan kembalinya Nova Widianto ke Pelatnas Cipayung, pihak PBSI menaruh harapan besar agar proses regenerasi para atlet muda dapat berjalan jauh lebih cepat. Kehadiran Nova diharapkan sanggup membawa energi dan angin segar demi mengembalikan dominasi ganda campuran Indonesia sebagai salah satu kekuatan menakutkan di panggung bulutangkis dunia.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.