Home Luar NegeriDrama Politik Inggris, Keir Starmer Dipaksa Turun Jabatan

Drama Politik Inggris, Keir Starmer Dipaksa Turun Jabatan

by CeritaBerita

Dunia politik Inggris lagi bener-bener membara. Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, lagi dapet tekanan yang super duper gede dari internal partainya sendiri, Partai Buruh. Semua ini gara-gara hasil pemilihan sela di daerah pemilihan Makerfield yang bikin gempar. Berdasarkan laporan dari BBC pada Jumat (19/6), Andy Burnham sukses menang telak di pemilu sela tersebut.

Kemenangan mutlak Burnham ini langsung bikin lingkaran dalam Partai Buruh kasak-kusuk. Banyak anggota parlemen yang mulai spill the tea dan mendesak Starmer buat segera packing alias nyiapin jadwal pengunduran dirinya. Tujuannya, biar Andy Burnham, yang sekarang masih menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester, bisa langsung take over kursi kepemimpinan tanpa perlu ada drama kontes internal partai yang bikin pecah.

Starmer Ogah Mundur: “Saya Bakal Tetap Maju!”

Meskipun digempur dari kanan-kiri, Starmer ternyata tipe yang keras kepala dan gak gampang tumbang. Dikutip dari BBC pada Sabtu (20/6), Starmer dengan tegas bilang kalau doi gak punya rencana sama sekali buat angkat kaki dari jabatannya.

“Saya terpilih buat melayani negara ini lewat mandat yang kita dapet di pemilu dua tahun lalu,” kata Starmer dengan nada santai tapi menusuk. Doi juga pamer kalau pemerintahannya udah berhasil bikin ekonomi stabil dan sukses ngerem arus imigrasi. Jadi, menurutnya masih banyak project yang harus dia kelarin. “Kalau emang ada kontes kepemimpinan, ya ayo, saya bakal ikutan maju. Saya gak bakal mundur!” tegasnya.

Sementara itu, kubunya Andy Burnham justru ngasih saran biar Starmer memanfaatkan momen weekend ini buat healing sambil mikirin ulang posisinya setelah dengerin masukan dari para menteri kabinet, anggota parlemen, hingga keluarganya sendiri.

Kabinet Terbelah: Ada yang Dukung, Ada yang Nyuruh Mundur

Di tengah badai politik ini, Starmer kedapatan sibuk teleponan seharian pada hari Jumat kemarin sama menteri-menterinya buat ngecek siapa aja yang masih setia. Kabarnya, Menteri Transportasi Heidi Alexander jadi salah satu orang yang blak-blakan nyuruh Starmer buat bikin timeline mundur. Tapi, juru bicaranya Heidi langsung main aman dan bilang kalau itu obrolan privat yang gak bisa dibongkar ke publik.

Tapi tenang, Starmer gak sendirian. Menteri Keuangan Rachel Reeves dilaporkan langsung pasang badan dan ngasih dukungan penuh ke Starmer beberapa jam setelah hasil pemilu keluar.

Sebenarnya, drama ini udah kecium sejak bulan lalu gara-gara performa Partai Buruh yang jeblok di beberapa pemilu lokal. Menteri-menteri senior kayak Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood dan Menteri Energi Ed Miliband bahkan udah ikutan mendesak Starmer buat mundur. Kita lihat aja kelanjutan soap opera politik ini di rapat kabinet hari selasa depan.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: liputan6.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar