Warga di Kompleks Bumi Asri, Blok G Nomor 230, Jalan Asrama, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, mendadak gempar pada Minggu sore (2/8). Sesosok wanita yang belakangan diketahui merupakan istri dari seorang anggota polisi ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan pada Senin (3/8), pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Petugas segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memasang garis polisi untuk mengamankan area sekitar guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk menjalani proses autopsi demi memastikan penyebab pasti kematiannya. Tim Inafis Polrestabes Medan juga dikerahkan ke rumah sakit untuk melakukan proses identifikasi ketat.
Dugaan Bunuh Diri Menggunakan Senjata Api Milik Suami
Kabar mengenai identitas korban cepat meluas di tengah masyarakat. Korban diketahui merupakan istri dari seorang personel Polri yang bertugas di unit reserse kriminal jajaran Polrestabes Medan. Di samping itu, sempat beredar pula desas-desus yang menyebutkan adanya seorang anak yang turut menjadi korban dalam peristiwa kelam tersebut. Namun, poin terkait keterlibatan anak ini belum mendapatkan konfirmasi resmi.
Penyebab pasti kematian korban sempat menyita perhatian publik dan menjadi teka-teki. Tim penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi, mengamankan barang bukti di TKP, serta menunggu hasil resmi autopsi dari tim medis.
Terkait berbagai spekulasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan pembunuhan maupun bunuh diri, pihak kepolisian akhirnya memberikan keterangan awal. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, membenarkan adanya insiden tragis yang menimpa keluarga anggotanya tersebut.
“Iya benar, istri personel Polisi. Dugaannya (bunuh diri) menggunakan senjata suami,” ungkap Kombes Ferry Walintukan saat dikonfirmasi mengenai kejadian ini.
Meskipun dugaan awal mengarah pada tindakan mengakhiri hidup dengan senjata api milik sang suami, pihak kepolisian menegaskan masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan seluruh kronologi dan motif di balik peristiwa tersebut secara transparan.