Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, baru saja mengambil langkah strategis yang sangat signifikan untuk memperkuat pertahanan negaranya. Melalui dekrit resmi yang dikeluarkan pada Senin, (10/8), ia secara resmi merombak dan meresmikan jajaran pimpinan tinggi Angkatan Bersenjata Iran serta Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Pengumuman ini mulai menjadi sorotan publik internasional pada Selasa, (11/8).
Langkah ini menegaskan kendali penuh Mojtaba atas seluruh kekuatan militer negara tersebut sejak dirinya resmi memegang tampuk kepemimpinan pada awal Maret lalu. Perombakan ini juga meresmikan struktur kepemimpinan masa perang yang sebelumnya sempat beroperasi tanpa dekrit formal, sekaligus mengisi kekosongan posisi setelah sejumlah pejabat tinggi gugur dalam gelombang serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Penunjukan Panglima Baru Angkatan Bersenjata dan IRGC
Dalam keputusan resminya, Mojtaba menunjuk Mayor Jenderal Ali Abdollahi sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran yang baru. Abdollahi menggantikan mendiang Abdolrahim Mousavi yang tewas akibat serangan awal AS-Israel pada 28 Februari. Sebelum memegang posisi puncak ini, Abdollahi memimpin Khatam al-Anbiya, komando operasional gabungan yang bertugas mengoordinasikan seluruh matra militer Iran selama masa perang. Sosoknya dikenal tegas dan kerap melontarkan peringatan keras kepada negara-negara tetangga agar tidak membantu pihak asing.
Sementara itu, posisi vital sebagai Panglima IRGC kini dipercayakan kepada Ahmad Vahidi. Mojtaba menaikkan pangkat Vahidi dari Brigadir Jenderal menjadi Mayor Jenderal untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh mendiang Mohammad Pakpour. Perubahan ini menjadi sinyal kuat bahwa Iran siap memperketat barisan pertahanan nasionalnya di tengah dinamika konflik kawasan yang masih memanas.
Restrukturisasi Pimpinan Tinggi Pasukan Khusus dan Intelijen
Selain posisi panglima utama, dekrit resmi tersebut juga menetapkan empat nama jenderal senior lainnya untuk mengisi jajaran strategis pertahanan Iran, di mana Mantan Komandan AD Kioumars Heydari ditunjuk sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mostafa Izadi diangkat sebagai Wakil Panglima IRGC, Laksamana Muda Ali Azmaei resmi menjabat Komandan Angkatan Laut IRGC menggantikan Alireza Tangsiri, dan mantan kepala intelijen Hossein Taeb dipercayakan untuk memimpin Pasukan Paramiliter Basij.
Penunjukan enam petinggi ini merupakan langkah perdana Mojtaba dalam memperbarui struktur militer sejak menggantikan ayahnya, mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Langkah cepat ini dinilai banyak pihak sebagai upaya konsolidasi kekuatan internal untuk menjaga stabilitas negara. Meski begitu, Mojtaba masih membiarkan beberapa posisi intelijen tetap berjalan tanpa pengumuman pimpinan permanen secara terbuka.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.