Home Luar NegeriWNI Dikhawatirkan Hanyut Saat Kabur Razia di Malaysia

WNI Dikhawatirkan Hanyut Saat Kabur Razia di Malaysia

by CeritaBerita

Sebuah peristiwa menegangkan kembali menimpa Pekerja Migran Indonesia di luar negeri. Seorang warga negara Indonesia (WNI) dikhawatirkan tenggelam di aliran Sungai Kelantan, Malaysia, saat berupaya meloloskan diri dari serangkaian penggerebekan aparat keamanan setempat. Insiden ini membongkar dugaan adanya aktivitas penyelundupan migran ilegal di wilayah jiran tersebut.

Lokasi kejadian berada di kawasan tepi Sungai Kelantan, Kampung Lembah Sireh, Kota Bharu, Kelantan, Malaysia. Peristiwa berawal dari operasi penggerebekan awal yang dilancarkan pada Senin, (28/9), sekitar pukul 22.30 waktu setempat oleh tim gabungan Pasukan Gerakan Am (PGA) bersama Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia.

Penggerebekan Gabungan dan Penangkapan Sembilan WNI

Dalam operasi penertiban awal tersebut, petugas bergerak cepat mengepung kawasan yang dicurigai menjadi jalur masuk pendatang asing tanpa izin (PATI). Hasilnya, aparat keamanan berhasil mengamankan sembilan orang warga negara Indonesia yang terdiri dari enam pria dan tiga perempuan, serta seorang warga negara India. Selain mengamankan para migran, petugas juga menyita barang bukti berupa satu unit mobil Nissan Almera dan satu unit sepeda motor Honda Vario yang diduga kuat digunakan untuk menyokong operasional penyusupan.

Seluruh warga yang ditangkap beserta barang bukti langsung digiring menuju Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Kota Bharu untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih mendalam.

Pengisakuan “Tekong Darat” dan Pencarian Korban yang Hanyut

Namun, operasi tidak berhenti sampai di situ. Yakin masih ada pelaku lain yang bersembunyi di sekitar lokasi, petugas kembali melancarkan penyisiran lanjutan di sepanjang bantaran Sungai Kelantan pada Senin, (28/9), sekitar pukul 01.15 waktu setempat. Pencarian susulan ini membuahkan hasil dengan ditangkapnya seorang pria warga lokal Malaysia, tiga warga Pakistan, dan seorang warga India.

Komandan Briged Tenggara, Senior Asisten Komisioner Ahmad Radzi Hussain, menjelaskan bahwa warga lokal Malaysia yang ditangkap tersebut bertindak sebagai “tekong darat” atau pihak yang membantu memfasilitasi masuknya para migran secara ilegal. Dari hasil interogasi awal, sang tekong darat memberikan pengakuan bahwa terdapat seorang migran ilegal yang nekat melompat dan diduga tenggelam di sungai saat berusaha melarikan diri dari sergapan petugas.

Proses pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh tim SAR dan pihak berwenang Malaysia untuk menemukan keberadaan korban yang hanyut. Kasus ini kembali menjadi pengingat pahit akan besarnya risiko serta bahaya yang mengintai dari jalur migrasi non-prosedural di luar negeri.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar