Sebuah insiden tragis menimpa helikopter medis udara atau flying doctor yang jatuh di wilayah utara Sarawak, Malaysia, pada Selasa, (8/9). Kecelakaan maut ini menewaskan seluruh penumpang yang berada di dalam helikopter, yakni seorang pilot dan empat staf medis dari Kementerian Kesehatan Malaysia.
Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad, mengonfirmasi bahwa para korban tengah bertugas menyalurkan layanan kesehatan ke daerah pedalaman saat musibah terjadi. Korban tewas terdiri dari seorang pilot, seorang pejabat medis (dokter), seorang asisten pejabat medis, dan dua perawat. Salah satu korban teridentifikasi bernama Dr. Ainul Baroah Kamaruddin asal Kelantan. Layanan flying doctor sendiri merupakan fasilitas transportasi udara vital untuk menjangkau masyarakat di wilayah terisolasi.
Kendala Operasi SAR dan Lokasi Terpencil
Berdasarkan informasi dari Layanan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (AFRS) Bandara Miri, helikopter tersebut jatuh di dekat ujung landasan pacu STOLport Long Lellang, Distrik Marudi, sekitar pukul 15.40 waktu setempat. Lokasi kejadian tergolong sangat terpencil karena berjarak sekitar 930 kilometer dari ibu kota Sarawak, Kuching, serta membutuhkan waktu tempuh darat hingga 10 jam dari kota terdekat, Miri.
Proses pencarian dan penyelamatan (SAR) pada hari Selasa sempat mengalami kendala besar akibat keterbatasan jarak pandang yang tertutup kabut asap tebal. Kepala Kepolisian Sarawak, Mohamad Zainal Abdullah, menjelaskan bahwa tim SAR sempat dilarang menggunakan jalur udara untuk keselamatan. Pejabat Komite Pengurusan Bencana Miri memvalidasi bahwa kelima korban ditemukan meninggal dunia di tempat kejadian.
Investigasi Penyebab dan Evakuasi Korban
Proses investigasi penyebab kecelakaan ini ditangani penuh oleh Biro Investigasi Kecelakaan Udara (AAIB) Kementerian Pengangkutan Malaysia. Chief Executive Officer Civil Aviation Authority of Malaysia (CAAM), Norazman Mahmud, menyampaikan bahwa tim AAIB tiba di Miri pada Rabu, (9/9), untuk memimpin penyelidikan. Bangkai helikopter di lokasi telah dipasangi garis polisi dan dilarang diubah bentuknya.
Operasi evakuasi dilanjutkan pada hari Rabu, dengan fokus kepolisian pada proses identifikasi dan tes DNA bersama keluarga korban di Rumah Sakit Miri. Wilayah Sarawak sendiri saat ini tengah dikepung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang menyebabkan kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat dan diduga turut memicu cuaca buruk saat penerbangan berlangsung.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.