Ada kabar baru dari dunia hukum kita. Jadi, Kejaksaan Agung (Kejagung) baru aja memusnahkan 14 jam tangan mewah milik Jimmy Sutopo, terpidana kasus korupsi kakap ASABRI. Tapi setelah dicek sama tim ahli, belasan jam tangan yang kelihatan mentereng itu ternyata palsu alias barang KW, alias counterfeit!
Momen eksekusi barang palsu ini terjadi pas gelaran Badan Pemulihan Aset (BPA) Fair 2026 di Kantor Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI, Jakarta, pada hari Rabu, (20/05) kemarin. Petugas kejaksaan langsung cepat ngehancurin jam-jam itu di lokasi. Caranya? Tali jam diputusin dulu pakai tang, dimasukin ke plastik bening, terus langsung digetok pakai palu sampai jadi kepingan. Kasihan sih, tapi ya gimana, hukum tetap hukum!
Alasan Kejagung Gak Mau Jual Jam Palsu Jimmy Sutopo
Mungkin lo mikir, “Lah, kenapa gak dilelang aja lumayan buat balik modal negara?” Nah, Jamdatun Narendra Jatna ngejelasin kalau negara tuh gak boleh nyari untung dari barang palsu yang melanggar hak cipta dan paten internasional. Menjual barang KW itu melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), jadi jalan satu-satunya ya wajib dimusnahkan.
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, juga nambahin kalau status KW ini udah divalidasi panjang, bahkan si Jimmy sendiri udah ngaku di persidangan kalau koleksinya itu emang replika. Padahal kalau asli, satu jam tangan dari merek-merek kayak Audemars Piguet, Patek Philippe, sampai Hublot harganya bisa tembus miliaran rupiah. Tapi versi KW milik Jimmy ini setelah ditaksir cuma bernilai sekitar Rp 15 jutaan aja per barang. Jauh banget kan bedanya? Makanya, daripada bikin malu dan melanggar hukum, 14 jam tangan replika itu berakhir jadi puing-puing di tangan jaksa. Rasa koruptor tapi selera counterfeit, ada-ada aja ya!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.