Ada kabar gembira nih buat para orang tua yang lagi pusing mikirin pendaftaran sekolah anaknya. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, baru aja mengapresiasi kebijakan anyar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Lewat acara daring di YouTube Kemendikdasmen pada hari Kamis, (21/05), Himmatul membocorkan kalau sekarang anak-anak gak wajib lagi berumur minimal 7 tahun buat bisa duduk di bangku SD.
Kebijakan ini keluar setelah pihak DPR sempat dapat banyak protes karena ada anak yang sampai putus sekolah gara-gara ketolak sistem cuma karena faktor usia. Isu ini pun digodok serius dalam revisi RUU Sisdiknas. Himmatul menegaskan kalau kecerdasan anak itu beda-beda; ada bocil yang umur 5 atau 6 tahun tapi otaknya udah jenius dan siap sekolah. Jadi, mulai sekarang gak boleh ada lagi aturan yang menghalangi hak anak buat belajar.
Bocil 5,5 Tahun Bisa Daftar, Tapi Ada Syaratnya Lho!
Tapi tunggu dulu, jangan langsung asal daftar ya. Biar gak ada manipulasi data, aturan SPMB 2026 yang mengacu pada Permendikdasmen No. 3 Tahun 2025 ini tetap punya batasan yang ketat. Normalnya, prioritas utama emang tetap buat anak usia 7 tahun atau minimal 6 tahun per 1 Juli tahun berjalan. Tapi, ada pengecualian super buat anak yang umurnya paling rendah 5 tahun 6 bulan!
Syaratnya, si anak wajib punya kecerdasan atau bakat istimewa, plus kesiapan psikis yang matang. Hal ini harus dibuktikan pake rekomendasi tertulis dari psikolog profesional. Kalau di daerah kalian gak ada psikolog, tenang aja, rekomendasi dari dewan guru sekolah setempat juga sah kok. Oh ya, jangan lupa siapin akta kelahiran yang dilegalisasi lurah atau kades sebagai bukti validitas. Jadi, buat para orang tua, yuk buruan cek kesiapan si kecil sekarang!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.