Ada kabar yang lumayan bikin dompet menjerit nih buat kalian para pengguna setia BBM nonsubsidi. Per Rabu (10/6), PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian alias menaikkan harga buat dua produk andalan mereka, yaitu Pertamax dan Pertamax Green. Jadi, buat yang hari ini mau isi bensin, jangan kaget ya kalau totalan di mesin SPBU tiba-tiba melonjak drastis.
Aduh Dompet! Segini Rincian Kenaikan Harga Pertamax cs
Nggak tanggung-tanggung, kenaikannya emang berasa banget, nih. Kalau sebelumnya lu bisa dapet Pertamax (RON 92) dengan harga Rp 12.300 per liter, sekarang lu harus rela merogoh kocek sebesar Rp 16.250 per liter. Nah, buat kalian yang motor atau mobilnya biasa dikasih minum Pertamax Green (RON 95), harganya juga ikutan naik jadi Rp 17.000 per liter, padahal sebelumnya cuma Rp 12.900 per liter. Lumayan banget kan selisihnya buat beli es kopi susu.
Eits, tapi tunggu dulu. Menurut info resmi dari laman pertaminapatraniaga.com, kenaikan harga ini ternyata beda-beda di setiap daerah alias bervariasi banget tergantung provinsinya. Buat kalian yang tinggal di wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, kalian harus sabar lebih banyak. Kenapa? Soalnya lima provinsi ini mencatat rekor harga Pertamax tertinggi, yaitu menyentuh angka Rp 17.000 per liter.
Alasan Pertamina Naikin Harga: Emang Lagi Dipantau Pemerintah
Pastinya banyak dari kalian yang nanya, “Kok tiba-tiba naik sih, min?” Nah, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, langsung buka suara terkait hal ini. Doi ngejelasin kalau keputusan buat naikin harga ini nggak asal ketok palu aja. Semuanya sudah dikoordinasikan bareng pemerintah selaku regulator lewat mekanisme evaluasi berkala.
Intinya, Pertamina harus ngikutin perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar ekonomi yang emang lagi tidak stabil. Langkah ini diambil bukan buat nyusahin kita-kita, tapi demi menjaga keberlanjutan penyediaan energi. Jadi, biar distribusi BBM berkualitas di seluruh Indonesia tetap berjalan aman, lancar jaya, dan optimal tanpa hambatan.