Kabar baik datang untuk warga Kota Bekasi terkait penanganan masalah kebersihan dan lingkungan. Pemerintah Kota Bekasi baru saja menyepakati sejumlah langkah cepat untuk memulai tahapan pra-konstruksi proyek canggih, yaitu Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Kesepakatan penting ini tercapai setelah jajaran pemkot menggelar pembahasan teknis langsung bersama pihak Wangneng Environment di Huzhou, Tiongkok, pada hari Senin, (29/6).
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menyampaikan bahwa diskusi ini sangat krusial karena menjadi wadah untuk memetakan apa saja kebutuhan serta tantangan yang ada sebelum alat-alat berat mulai bekerja di lapangan. Pihak Wangneng Environment sendiri merupakan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) resmi yang ditunjuk untuk menggarap proyek ramah lingkungan ini.
“Pertemuan itu menjadi forum untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan tantangan sebelum konstruksi dimulai,” ujar Wali Kota Tri Adhianto dalam keterangan resminya pada hari Selasa, (30/6).
Sejumlah Aspek Penting yang Membutuhkan Dukungan Daerah
Dalam pertemuan di Tiongkok tersebut, pihak Wangneng memaparkan beberapa poin penting yang membutuhkan bantuan penuh dari pemerintah daerah setempat. Hal-hal tersebut mencakup kesiapan lahan yang akan digunakan, akses jalan yang memadai menuju lokasi proyek, utilitas pendukung, percepatan proses perizinan, hingga koordinasi yang rapi antarinstansi. Semua ini diperlukan agar pembangunan bisa berjalan mulus sesuai dengan jadwal yang sudah ditargetkan.
Menanggapi masukan tersebut, Tri Adhianto menegaskan bahwa Pemkot Bekasi tidak akan menunda-nunda waktu. Pihaknya akan segera bergerak lewat koordinasi lintas perangkat daerah dengan dukungan penuh dari DPRD Kota Bekasi, terutama dalam hal fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan.
“Kami ingin seluruh potensi hambatan diselesaikan sebelum pembangunan dimulai. Dengan begitu, ketika memasuki tahap konstruksi, seluruh pihak sudah memiliki kepastian mengenai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing,” kata Tri menjelaskan langkah antisipasinya.
Sinergi Demi Mewujudkan Ekonomi Hijau di Bekasi
Lebih lanjut, Tri Adhianto menambahkan bahwa proyek PSEL ini adalah agenda strategis yang tidak bisa digarap sendirian, melainkan butuh kerja sama dari semua pihak. Beliau pun sudah menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk bekerja secara bersamaan dalam membereskan urusan administrasi, akses jalan, dan perizinan.
Menurutnya, kepastian dan kecepatan kerja dari pemerintah daerah adalah kunci utama untuk menjaga kepercayaan para investor yang menanamkan modalnya di Bekasi. Beliau berharap proyek ini bisa menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi masalah sampah, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi hijau yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: mediaindonesia.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.