Kabar kurang mengenakkan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Karanganyar. Ruang tata usaha (TU) dan ruang kepala sekolah di SMPN 2 Karangpandan mendadak dilanda kebakaran hebat pada Rabu pagi, (1/7) sekitar pukul 05.00 WIB. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian materiil diperkirakan cukup besar karena banyak barang elektronik penting yang tidak bisa diselamatkan.
Sejumlah barang berharga yang ada di dalam ruangan tersebut dilaporkan hangus terbakar menjadi arang. Mulai dari 5 unit komputer, 5 unit printer, 1 DVR CCTV, 1 alat scanner, hingga 6 unit laptop milik sekolah ludes dilalap si jago merah. Pascakejadian, para guru yang baru datang langsung sibuk memilah dokumen-dokumen penting yang sekiranya masih bisa diselamatkan dari sisa puing kebakaran. Sementara itu, meja, kursi, dan perangkat elektronik yang berhasil dievakuasi langsung dipindahkan ke halaman sekolah, dan garis polisi pun sudah terpasang rapi di area tempat kejadian perkara.
Kronologi Awal Diketahui oleh Penjaga Sekolah
Peristiwa kebakaran ini pertama kali disadari oleh Mulyoko, seorang penjaga sekolah berusia 50 tahun. Saat itu, ia baru saja tiba di sekolah untuk memulai tugasnya di pagi hari. Namun betapa terkejutnya Mulyoko ketika melihat kepulan asap dan kobaran api sudah menyala di dalam ruang tata usaha.
“Saya datang, api belum ke atas, baru separuh tembok,” cerita Mulyoko saat memberikan keterangan pada hari Rabu. Sadar bahwa situasi tersebut sangat berbahaya, Mulyoko tidak tinggal diam. Ia langsung berlari menuju rumah perangkat desa setempat untuk melaporkan kejadian tersebut sekaligus meminta bantuan agar segera menghubungi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Karanganyar.
Warga Sekitar Kompak Bantu Evakuasi Barang
Sembari menunggu armada pemadam kebakaran tiba di lokasi, warga sekitar yang mendengar kabar tersebut langsung berbondong-bondong datang untuk membantu. Dengan peralatan seadanya, mereka bergotong-royong mengeluarkan barang-barang sekolah yang posisinya masih aman dari jangkauan api. Mulyoko menceritakan bahwa aksi heroik warga ini dilakukan dengan cepat sebelum para guru tiba di sekolah.
Tidak lama kemudian, tim pemadam kebakaran datang membawa dua unit armada untuk menjinakkan kobaran api. Menurut Kepala Seksi (Kasi) Damkar Satpol PP Karanganyar, Efan Rismaya Pratama, sumber api diduga kuat berasal dari korsleting atau masalah kelistrikan pada audio amplifier dan DVR CCTV yang berada di ruang TU. Berkat kesigapan petugas dan warga, api akhirnya berhasil dipadamkan total sekitar pukul 07.00 WIB.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.