Duka mendalam sedang menyelimuti kawasan perbatasan antara Nepal dan China. Pada Rabu, (26/8), sekitar pukul 08.30 waktu setempat, bencana banjir dahsyat mendadak menerjang wilayah pegunungan tersebut tanpa ada peringatan awal. Arus air yang sangat deras menerjang permukiman serta memutus akses warga setempat dalam hitungan menit.
Bencana alam yang datang secara tiba-tiba ini tak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menelan banyak korban jiwa. Kejadian ini langsung menyedot perhatian dunia internasional karena skala kerusakannya yang terbilang sangat masif dan berdampak besar pada warga di kedua negara.
100 Korban Jiwa dan 900 Orang Hilang
Dikutip dari laporan Reuters, dampak dari banjir bandang ini sangat menyayat hati. Data sementara mencatat sedikitnya 100 orang dinyatakan meninggal dunia akibat terseret derasnya arus air.
Selain korban tewas, situasi di lapangan makin mengkhawatirkan karena ada sekitar 900 orang lainnya yang dilaporkan hilang. Angka ini diperkirakan masih bisa terus berubah seiring dengan proses pencarian yang terus dilakukan oleh tim penyelamat di lokasi kejadian.
Banyak keluarga kehilangan kontak dengan sanak saudara mereka yang berada di sekitar area terdampak. Kondisi medan yang terisolasi membuat proses pendataan dan evakuasi korban berjalan cukup berat bagi para petugas.
Akses Jalan dan Jembatan di Rasuwa Hanyut Tersapu Air
Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di distrik pegunungan Rasuwa, yang terletak di bagian utara Nepal. Kawasan ini berbatasan langsung dengan wilayah China, sehingga dampak bencana terasa di kedua belah sisi perbatasan.
Dalam sejumlah rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat betapa dahsyatnya kekuatan air yang menerjang kawasan tersebut pada Rabu (26/8) pagi. Jalan raya utama serta jembatan penghubung yang menjadi akses vital warga di Distrik Rasuwa tampak runtuh dan hanyut tersapu banjir tanpa sisa.
Hilangnya akses jalan ini membuat banyak area terisolasi sepenuhnya. Kendaraan darurat maupun bantuan logistik mengalami kesulitan besar untuk menembus titik-titik lokasi terparah.
Upaya Evakuasi dan Tantangan di Lapangan
Hingga saat ini, tim SAR gabungan bersama warga lokal dan pihak berwenang terus berpacu dengan waktu untuk mencari korban hilang di sepanjang aliran sungai. Medan pegunungan yang terjal serta cuaca buruk yang masih membayangi kawasan perbatasan Nepal dan China menjadi tantangan utama bagi tim penolong.