Otoritas kesehatan di Suffolk County, New York, Amerika Serikat, tengah gencar melakukan investigasi terhadap tiga dugaan kasus penyakit tularemia atau yang populer dikenal sebagai demam kelinci. Informasi mengenai dugaan penularan infeksi langka ini mengemuka berdasarkan laporan yang dirilis pada Selasa, (4/8). Temuan tersebut menambah daftar panjang kewaspadaan kesehatan di AS, menyusul data pengawasan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang mencatat puluhan kasus di berbagai negara bagian sepanjang tahun ini.
Meskipun pengujian laboratorium untuk ketiga kasus di Suffolk County masih memerlukan waktu beberapa pekan hingga hasilnya benar-benar dikonfirmasi, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Para ahli kesehatan menekankan bahwa penyakit ini tergolong langka dengan angka kejadian nasional yang relatif rendah. Sebagian besar kasus biasanya ditemukan pada periode musim panas ketika masyarakat lebih aktif beraktivitas di luar rumah.
Penularan, Gejala Utama, dan Langkah Penanganan Medis
Demam kelinci merupakan penyakit yang dipicu oleh infeksi bakteri Francisella tularensis. Penyakit ini umumnya ditemukan pada hewan liar seperti kelinci dan hewan pengerat. Manusia biasanya tertular akibat gigitan serangga seperti kutu atau lalat rusa, memegang jaringan hewan yang terinfeksi, hingga menghirup partikel debu yang sudah tercemar. Penting untuk diketahui bahwa penyakit tularemia tidak dapat menular antarmanusia, sehingga risiko penularan di tengah lingkungan keluarga atau tempat kerja terbilang sangat kecil.
Seseorang yang terpapar infeksi ini umumnya akan menunjukkan gejala awal dalam kurun waktu tiga hingga lima hari, dengan tanda-tanda klinis yang meliputi demam tinggi mendadak disertai tubuh menggigil, sakit kepala parah, nyeri otot, serta tubuh yang terasa sangat lemas dan cepat lelah. Selain itu, penderita juga kerap mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening dan munculnya luka terbuka atau ulkus di area kulit bekas gigitan.
Bentuk gejala yang dialami setiap pasien bisa bervariasi tergantung dari mana bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh.
Penyakit demam kelinci sebenarnya dapat disembuhkan secara efektif jika ditangani sejak dini menggunakan terapi antibiotik yang tepat, seperti streptomycin atau gentamicin. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang mengalami gejala demam tinggi atau pembengkakan kelenjar setelah melakukan aktivitas di alam terbuka dan berkontak dengan hewan liar, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas medis terdekat serta menginformasikan riwayat kegiatannya kepada dokter.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.