Langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto semakin agresif di kancah internasional. Hanya berselang sehari setelah pertemuan maraton selama lima jam dengan Vladimir Putin di Kremlin, Rusia, Prabowo kini mendarat di Paris dan disambut dengan upacara militer megah oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada Selasa (14/4/2026).
Ketibaan Prabowo di Istana Elysee disambut langsung oleh Macron lengkap dengan pasukan kehormatan Guard of Honor. Suasana hangat terlihat jelas saat kedua pemimpin dunia ini berjabat tangan erat sebelum masuk ke ruang Les Salon des Portraits untuk melakukan pembicaraan rahasia empat mata atau tête-à-tête.
Pertemuan strategis ini bukan sekadar seremonial. Prabowo dan Macron dikabarkan membahas penguatan kerja sama bilateral di sektor-sektor prioritas serta bertukar pandangan mengenai dinamika global yang kian memanas. Agenda pun dilanjutkan dengan jamuan makan siang resmi yang menjadi bagian dari diplomasi tingkat tinggi untuk mempererat kemitraan kedua negara.
Sebelum menyentuh tanah Prancis, perjalanan Prabowo di Rusia membuahkan hasil yang fantastis. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa pertemuan dengan Putin menghasilkan kesepakatan energi jangka panjang yang krusial bagi Indonesia.
“Disepakati poin-poin penting, mulai dari ketahanan energi migas, hilirisasi, hingga investasi besar-besaran di bidang industri dan riset teknologi,” ungkap Teddy.
Rangkaian safari diplomatik ini menegaskan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan oleh negara-negara besar, baik di blok Timur maupun Barat.