Home BeritaPrabowo Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN

Prabowo Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN

by CeritaBerita

Dunia politik dan pemerintahan lagi heboh banget, nih! Pada hari Selasa, (2/6), Presiden Prabowo Subianto resmi ngambil keputusan tegas buat ngeganti jajaran bos di Badan Gizi Nasional (BGN). Gak main-main, ada tiga pimpinan sekaligus yang dicopot dari posisinya di Jakarta.

Pengumuman ini disampein langsung sama Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pas konferensi pers. Yang kena kick antara lain Kepala BGN Dadan Hindayana, plus dua wakilnya yaitu Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. Biar bagaimanapun, Pak Pras tetep ngasih apresiasi dan bilang makasih atas kerja keras mereka selama 1,5 tahun ini buat ngebangun fondasi BGN.

Dadan Hindayana sendiri pasrah dan legawa banget. Dia bilang kalau pergantian ini murni hak mutlak Presiden Prabowo yang pasti paling tahu formula terbaik buat jalanin program kerja ke depan.

Kontroversi Motor Listrik Rp 2,4 Triliun yang Bikin Geleng-geleng

Usut punya usut, pencopotan ini emang gak jauh dari sorotan tajam publik belakangan ini. Waktu Dadan masih menjabat, BGN sempat bikin heboh gara-gara pengadaan 25.000 unit motor listrik yang katanya buat dukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) biar bisa masuk ke gang-gang sempit daerah terpencil.

Pas dicek di sistem Inaproc, ternyata ada dua paket pengadaan kendaraan roda dua yang nilainya fantastis banget, masing-masing Rp 1,22 triliun dengan total sekitar Rp 2,4 triliun dari dana APBN! Motor yang dipesan adalah jenis Emmo JVX GT yang harga satuannya hampir Rp 50 juta.

Netizen langsung curiga karena pas tim jurnalis ngecek langsung ke dealer resminya di kawasan Grogol, Jakarta Barat pada April lalu, ternyata dealer dan bengkelnya aja belum kelar dibangun! Gimana ceritanya coba, motor mau disebar ke seluruh Indonesia tapi dealer-nya cuma ada satu dan belum siap?

Menkeu Purbaya Ngaku Kebobolan dan Langsung Tambal Sistem

Kasus ini makin panas setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara. Menkeu ngaku kalau kementeriannya kecolongan parah. Padahal, Purbaya sebelumnya udah tegas menolak pengadaan motor listrik ini karena dianggap gak perlu.

Ternyata, BGN bisa meloloskan anggaran triliunan itu gara-gara ada celah atau bug di software Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) yang bikin pengadaan ini gak terdeteksi. Purbaya langsung gercep minta sistem DJA diperbaiki total biar gak ada lagi modus belanja-belanja gaib kayak begini di masa depan.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar