Home Ekonomi BisnisTerbang Domestik Bebas Pajak Selama Liburan Sekolah

Terbang Domestik Bebas Pajak Selama Liburan Sekolah

by CeritaBerita

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa baru aja resmi ngasih kado manis berupa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% buat tiket pesawat udara.

Tapi inget ya, fasilitas diskon pajak yang bikin nangis bahagia ini khusus dikasih buat penumpang kelas ekonomi di rute penerbangan domestik alias dalem negeri aja. Jadi yang mau ke luar negeri belum dapet kuota gratisan.

Kebijakan keren ini disahkan lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 43 Tahun 2026 tentang PPN Tiket Pesawat DTP untuk Periode Libur Sekolah 2026. Pemerintah sengaja ngeluarin aturan ini biar momen liburan kalian makin hemat dan gak bikin kantong bolong. Berdasarkan info yang dikutip pada hari Kamis (25/6) di Jakarta, gak semua komponen tiket dipotong pajak, ya. Di Pasal 2 ayat (4) dijelasin kalau PPN yang ditanggung pemerintah cuma buat base fare (tarif dasar) sama fuel surcharge (biaya tambahan bahan bakar).

Catat tanggal mainnya biar gak zonk. Diskon pajak ini berlaku buat transaksi pembelian tiket dari tanggal 22 Juni sampai 5 Juli 2026. Sedangkan untuk jadwal terbangnya sendiri dibatasi mulai tanggal 24 Juni sampai 5 Juli 2026. Luput dari tanggal itu, ya wassalam, bayar normal lagi.

Intip Simulasi Harganya, Biar Gak Bingung Pas Check-out

Biar kalian kagak bingung dan dikira kena hoaks, Kementerian Keuangan langsung ngasih contoh simulasi nih, bayangin ada maskapai bernama PT PSI yang ngejual tiket ke penumpang namanya Tuan J dengan total harga awal Rp1.136.756. Rincian aslinya itu terdiri dari tarif dasar (base fare) sebesar Rp790.000, biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) Rp121.600, iuran wajib Jasa Raharja (IWJR) Rp5.000, biaya bandara (passenger service charge) Rp119.880, plus pajak PPN (VAT) sebesar Rp100.276 yang nantinya bakal dipotong jadi nol rupiah gara-gara disubsidi pemerintah.

Nah, gara-gara ada PMK sakti ini, duit PPN yang Rp100.276 itu sepenuhnya dibayarin pemerintah. Tuan J tinggal bayar sisanya aja, asalkan beli dan terbangnya pas di periode yang udah ditentukan. Semua maskapai nasional juga udah diwajibkan bikin faktur pajak khusus buat program ini.

Usut punya usut, hapus pajak tiket pesawat ini bukan gaya-gayaan doang, tapi bagian dari paket stimulus ekonomi semester II 2026 biar daya beli masyarakat tetep gacor. Gak main-main, pemerintah memberikan dana fantastis sebesar Rp26,34 triliun dari kas negara. Duit jumbo itu dibagi ke tiga sektor yaitu transportasi umum dapet Rp2,04 triliun, program magang dapet Rp6,26 triliun, dan jaring pengaman bantuan pangan dapet Rp18,04 triliun. Mantap banget, kan. Buruan booking tiket kalian sekarang.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: sindonews.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar