Dunia maya lagi dihebohkan sama kabar duka yang super nyesek, nih. Kabar mengenai dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) buat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang meninggal dunia saat menjalani Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil), mendadak menyebar luas di media sosial pada Senin, (22/6).
Gak pakai lama, pihak Kementerian Pertahanan (Kemenhan) langsung buka suara buat meluruskan informasi yang beredar. Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan kabar duka tersebut lewat keterangan pers resminya di Jakarta pada Selasa kemarin. Pihak Kodam VI/Mulawarman juga ikut angkat bicara mengenai penanganan salah satu peserta yang sempat drop sebelum mengembuskan napas terakhirnya.
@ayoindonesiacom Dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) tahun 2026. Korban bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Keduanya sempat mengalami gangguan kesehatan saat menjalani pelatihan dan telah mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, Anisa meninggal akibat heat stroke, sedangkan Yonanda dinyatakan meninggal karena henti jantung. Seluruh peserta disebut telah melalui tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi syarat sebelum mengikuti program pelatihan. Follow terus @ayoindonesiacom #sppi #kdkmp #latsarmil ♬ suara asli – AyoIndonesia.com
Kronologi Kejadian di Balikpapan dan Baturaja, Ini Penyebab Medisnya
Dua peserta yang gugur dalam tugas ini diidentifikasi bernama Anisa Muyassaroh (disebut juga Anissa Musa Rohini) dan Yonanda Muhammad Taufiq. Keduanya ternyata tumbang di dua lokasi latihan yang berbeda, gaes.
Anisa, yang lagi ikut pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, dilaporkan mulai mengalami gangguan kesehatan pada (18/6). Petugas medis di sana sebenarnya udah gercep ngasih penanganan pertama di faskes satuan sebelum akhirnya Anisa dirujuk ke rumah sakit. Tapi sayangnya, takdir berkata lain. Berdasarkan pemeriksaan tim dokter, Anisa dinyatakan meninggal dunia akibat terkena heat stroke alias sengatan panas yang ekstrem.
Sementara itu, korban lainnya yaitu Yonanda, meninggal dunia pas lagi ikut pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad, Baturaja. Fisik Yonanda dikabarkan sempat drop pada Senin, (15/6) lalu dan sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dari hasil rilis medis, Yonanda dinyatakan meninggal akibat cardiac arrest alias henti jantung mendadak.
Kemenhan Tegaskan Semua Peserta Sudah Lolos Tes Kesehatan Masuk
Mendengar spekulasi yang mulai liar di kalangan netizen, Brigjen TNI Rico langsung menegaskan kalau prosedur latihan sebenarnya udah berjalan sesuai aturan. Baik Yonanda, Anisa, maupun seluruh peserta latsarmil lainnya dipastikan udah melewati proses screening atau pemeriksaan kesehatan yang super ketat sebelum mereka dinyatakan layak buat ikut pendidikan militer ini. Kejadian ini murni merupakan musibah medis di lapangan yang udah ditangani semaksimal mungkin oleh tim dokter TNI.