Home Dunia KerjaDana Akuisisi Triliunan Rupiah Tokopedia Dipertanyakan Said Iqbal

Dana Akuisisi Triliunan Rupiah Tokopedia Dipertanyakan Said Iqbal

by CeritaBerita

Kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang menerpa salah satu raksasa e-commerce tanah air, Tokopedia, kini tengah menjadi sorotan serius dari pihak istana. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, secara terbuka mengkritik kebijakan efisiensi tersebut. Isu ini mencuat ke permukaan setelah mayoritas saham Tokopedia resmi diambil alih oleh platform media sosial asal China, TikTok.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Said Iqbal, yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Senin, (6/7). Di tengah berembusnya kabar miring bahwa Tokopedia telah memangkas hingga 90% jumlah karyawannya, Said mempertanyakan alasan mendasar di balik langkah drastis yang diambil manajemen baru usai proses akuisisi rampung.

Aliran Dana Akuisisi Senilai 1,5 Miliar Dolar AS Dipertanyakan

Dalam kesempatan itu, Said Iqbal mengingatkan kembali bahwa TikTok telah menyuntikkan dana besar dan menguasai sekitar 75% saham Tokopedia dengan nilai valuasi mencapai US$ 1,5 miliar. Angka fantastis tersebut seharusnya menjadi jaminan bahwa perusahaan memiliki kemampuan finansial yang lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas internal, termasuk melindungi nasib para pekerjanya.

“TikTok harus tanggung jawab. Kita mau lihat hubungan kerja antara Tokopedia yang mendapat valuasi suntikan US$ 1,5 miliar dari TikTok, perusahaan raksasa dunia ini, kemana uangnya?” ungkap Said Iqbal di hadapan awak media.

Ia mendesak agar manajemen baru berkomitmen penuh dalam memenuhi seluruh hak-hak karyawan yang terdampak PHK tanpa terkecuali. Segala bentuk kompensasi dan pesangon harus diselesaikan secara adil sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

Isu Operasional Pindah ke China dan Desakan Peran Pemerintah

Selain masalah hak pekerja, Said Iqbal juga menyoroti rumor mengenai perubahan arah operasional perusahaan. Ia mengaku menerima informasi bahwa sebagian besar kendali dan jaringan digital Tokopedia diduga mulai dialihkan ke luar negeri demi mengintegrasikan pasar dengan sistem pusat milik TikTok.

“Kenapa TikTok PHK karyawan Tokopedia setelah mengakuisisi dan memindahkan Tokopedia ke China, dia punya marketplace-nya. Saya mendengar informasi bahwa Tokopedia justru dibalikkan ke China,” tambahnya lagi pada Senin awal Juli 2026 tersebut.

Melihat situasi yang dinilai dapat merugikan ekosistem tenaga kerja digital dalam negeri, Said Iqbal meminta pemerintah untuk tidak tinggal diam dan segera turun tangan. Kehadiran negara dinilai sangat krusial untuk mengawasi proses transisi korporasi ini, memastikan perlindungan hukum bagi pekerja lokal, serta mengonfirmasi kebenaran isu pemindahan operasional tersebut agar tidak menjadi preseden buruk bagi industri teknologi di Indonesia.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar