Home HukumPonpes Viral Kasus Pelecehan di Demak Ternyata Ilegal

Ponpes Viral Kasus Pelecehan di Demak Ternyata Ilegal

by CeritaBerita

Publik lagi dihebohkan sama kabar super miring dari dunia pendidikan agama di Jawa Tengah. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah baru aja nge-spill fakta mengejutkan soal Ma’had Adzimul Qur’an Al Anfas. Lembaga yang lokasinya ada di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak ini ternyata ilegal alias nggak punya izin operasional (ijop) resmi dari pihak berwenang. Padahal, tempat ini jadi lokasi dugaan kekerasan seksual parah yang dilakukan oleh si pengasuhnya sendiri sampai viral banget di berbagai media sosial.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kemenag Jateng, Moch Fatkhuronji, langsung gercep menerjunkan tim penyuluh buat menginvestigasi kasus pencabulan ini. Pas dikonfirmasi hari Selasa (9/6), Fatkhur bilang kalau hasil obrolan dia sama Kepala Kemenag Demak dan Kasi Pontren Demak emang fiks menyatakan lembaga itu bodong.

Nasib Puluhan Santri yang Terjebak di Sana

Sebelumnya, Kepala Desa Rejosari bareng Babinkamtibmas udah sempat datang langsung ke lokasi Ma’had pada Sabtu (6/6) buat melakukan proses klarifikasi awal terkait berita miring tersebut. Pas dicek di lapangan, ternyata masih ada sekitar 30 santri yang mukim di sana, ada 12 santri putri dan 18 santri putra yang aktif belajar agama setiap harinya. Kanwil Kemenag Jateng sekarang lagi ngepush keras biar lembaga nggak jelas ini segera ditutup total karena dinilai udah bikin coreng nama baik pondok pesantren lainnya secara nasional. Mereka bakal merapatkan barisan bareng pemerintah daerah setempat buat menertibkan lembaga sejenis yang nakal.

Tapi, Sekda Jawa Tengah, Sumarno, ngaku kalau buat nutup tempat ini nggak bisa asal sat-set gitu aja karena banyak pertimbangan. Menurutnya pada Selasa (9/6), urusan izin pesantren itu emang ranahnya Kemenag, tapi karena udah masuk ranah hukum pidana, pemda kudu ikutan ambil tindakan tegas yang pas. Sumarno nggak mau buru-buru main tutup paksa sebelum ada kejelasan nasib dan jaminan pemenuhan hak pendidikan buat 30 santri yang terdampak di sana.

Korban Mulai Berani Speak Up

Kasus bejat yang menyeret pengasuh padepokan di Karangawen, Demak ini makin memanas setelah ada korban baru berinisial S yang berani ngelapor ke Polres Demak pada Jumat (5/6). S memutuskan speak up ke polisi setelah menceritakan semua trauma yang dialaminya ke sang suami. Gara-gara laporan S ini, jumlah korban resmi yang melapor sekarang nambah jadi dua orang.

Koordinator Lapangan Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi atau Aspirasi (Aspirasi), Cak Ulil, ngaku kalau mereka tahu ada dua korban setelah ngebuka posko pengaduan dan bantuan hukum gratis. Ulil bercerita kalau pada Sabtu (6/6), bapak dan suami dari korban tiba-tiba datang ke poskonya buat numpahin unek-unek soal kejadian traumatis yang menimpa keluarga mereka. Untungnya, Kemenag bareng DP3AKB dan Dinsos sekarang lagi fokus banget buat memulihkan kondisi psikologis para korban biar nggak trauma berkepanjangan akibat tindakan biadab oknum pengasuh tersebut.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber:kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar