Home Hukum & KriminalittasPolsek Parung Gagalkan Aksi Tawuran Remaja di Bogor

Polsek Parung Gagalkan Aksi Tawuran Remaja di Bogor

by CeritaBerita

Sekelompok remaja di kawasan Kecamatan Parung, Bogor. Mereka diduga udah janjian buat baku hantam, dan parahnya lagi, aksi kekerasan itu rencananya bakal disiarkan secara langsung alias live streaming di media sosial. Untungnya, polisi gerak cepat buat menggagalkan ide konyol ini.

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, pada Rabu (17/6). “Upaya sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran dan menyiarkannya secara langsung melalui media sosial berhasil digagalkan jajaran Polsek Parung,” ujar Kompol Maman.

Keburu Dibubarkan Sebelum Mulai Siaran

Berdasarkan info dari pihak kepolisian, drama remaja labil ini terjadi pada Selasa (16/6) malam. Berawal dari laporan warga yang curiga melihat ada kerumunan anak muda yang mencurigakan, tim patroli Polsek Parung langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Pas polisi datang, sekelompok remaja itu langsung lari menyelamatkan diri. Meski banyak yang lolos, petugas di lapangan tetap berhasil mengamankan tiga remaja yang diduga jadi motor dari rencana aksi ini untuk dibawa ke mapolsek guna pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil interogasi awal, barulah terungkap fakta yang bikin dahi mengkerut. Ternyata, rencana tawuran antar-geng ini emang udah diatur rapi lewat direct message (DM) media sosial. Yang bikin makin geleng-geleng, mereka sengaja mau menyiarkan aksi saling serang itu secara live lewat salah satu akun Instagram tertentu demi cari panggung dan pengakuan netizen.

Gagal Total Jadi Selebgram Tawuran, HP dan Motor Auto Disita

Mimpi mereka buat jadi “selebgram tawuran” harus kandas di tengah jalan sebelum tombol Go Live sempat ditekan. Polisi keburu membubarkan massa sebelum tawuran berdarah itu pecah di jalanan.

Gak cuma mengamankan tiga remaja berwajah pasrah itu, polisi juga menyita beberapa barang bukti penting dari tangan para pelaku. “Petugas juga mengamankan barang bukti berupa tiga unit telepon genggam (HP) dan satu unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut,” jelas Kompol Maman.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam buat memburu pihak-pihak lain yang ikut terlibat dalam obrolan rencana tawuran tersebut.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar