Home BeritaAnjing Rabies Teror Hajatan di Bali, Dua Balita Jadi Korban

Anjing Rabies Teror Hajatan di Bali, Dua Balita Jadi Korban

by CeritaBerita

Warga Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, lagi asyik-asyiknya ngumpul di sebuah acara hajatan pada Senin (15/6). Lagi seru-seruan, eh tiba-tiba suasananya langsung berubah jadi mencekam. Musababnya, ada seekor anjing jantan warna cokelat kekuningan yang mendadak ngamuk dan masuk ke area acara. Gak pakai aba-aba, anjing berumur sekitar tiga tahun ini langsung menyerang warga secara brutal.

Aksi agresif si anjing bikin semua orang di lokasi auto panik dan kocar-kacir. Warga sempat nyoba buat ngusir hewan itu, tapi si anjing malah makin nekat dan balik menyerang. Setelah dilempar dan diusir paksa beramai-ramai, barulah anjing tersebut kabur dari lokasi hajatan. Akibat teror tak terduga ini, tiga orang dilaporkan mengalami luka gigitan yang cukup serius. Mirisnya, dua dari tiga korban yang kena apes ini ternyata masih balita.

Tiga Orang Jadi Korban, Ada Balita yang Belum Disuntik VAR!

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Distan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, udah mengonfirmasi kejadian mengerikan ini pada Selasa (16/6). Berdasarkan data yang masuk, korban pertama bernama Sodikun (47) yang mengalami luka gigitan di betis kiri. Korban kedua adalah Husain yang masih berumur 5 tahun dengan luka di paha kanan. Sementara korban terakhir adalah balita berumur 4 tahun bernama Nara.

Wajib Diwaspadai: Ada info krusial nih dari Ketua RT setempat. Korban terkecil, yaitu dek Nara, ternyata dilaporkan belum dibawa ke puskesmas sama sekali buat dapat penanganan medis ataupun suntikan Vaksin Antirabies (VAR). Padahal, luka gigitan hewan penular rabies itu super bahaya kalau dibiarkan.

Akhir Tragis Si Anjing dan Kondisi Pemilik yang Memprihatinkan

Setelah bikin huru-hara di acara hajatan, pelarian si anjing ternyata gak bertahan lama. Pada Selasa (16/6) dini hari sekitar jam 03.00 Wita, anjing tersebut mulai kelihatan lemas dan mengalami inkoordinasi atau gangguan pergerakan tubuh. Gak lama setelah menunjukkan gejala klinis yang mirip banget sama penyakit rabies itu, si anjing ditemukan tewas mendadak pada pagi harinya.

Usut punya usut, status vaksinasi dari anjing ras ini ternyata masih misteri. Pihak berwenang menyebut kalau pemilik anjing tersebut emang lagi sakit sakitan, jadinya hewan peliharaannya itu jadi kurang terurus dan lepas pengawasan.

Petugas dari Distan Pangan Jembrana sendiri bergerak cepat dengan langsung mengambil sampel otak si anjing buat dites di laboratorium demi memastikan status rabiesnya. Selain itu, warga sekitar juga sudah mengubur bangkai anjing tersebut dengan aman. Sekarang, pihak terkait lagi fokus melacak para korban supaya semuanya bisa secepatnya mendapatkan suntikan VAR secara lengkap dan gak ada korban jiwa berjatuhan.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar