Home Luar NegeriKartu Merah Berarti Perang? Drama Wajib Militer Thailand Tahun 2026

Kartu Merah Berarti Perang? Drama Wajib Militer Thailand Tahun 2026

by CeritaBerita

Suasana di sebuah kuil pinggiran Bangkok Selasa (7/4) kemarin bener-bener pecah! Ratusan cowok muda kumpul dengan muka pucat dan lutut gemeteran buat nungguin nasib mereka kayak di film Squid Game: dapet Kartu Hitam atau Kartu Merah.

Tahun ini, undian wajib militer (wamil) di Thailand kerasa jauh lebih horor dan panas. Masalahnya, tensi di perbatasan Thailand–Kamboja lagi mendidih banget gara-gara bentrokan berdarah. Jadi, bayang-bayang harus berangkat ke medan perang itu nyata banget di depan mata mereka!

Suasana pengambilan undian langsung campur aduk saat para pemuda berusia 18–29 tahun mulai maju satu per satu, di mana mereka yang menarik Kartu Hitam langsung bersorak-sorai kegirangan bak menang lotre karena bebas dari tugas militer, sementara bagi yang mendapatkan Kartu Merah, dunia seolah runtuh seketika karena mereka wajib mengabdi sebagai tentara selama dua tahun hingga banyak yang tampak lemas dan frustrasi berat menutupi wajah mereka.

Tapi ada yang unik nih, Guys. Meski risiko perang lagi tinggi, ternyata jumlah orang yang daftar sukarela malah naik sampe 50 persen dibanding tahun lalu! Kok bisa?

Ternyata faktor ekonomi pegang peranan penting. Dengan gaji 11.000 Baht (sekitar Rp5,8 juta) sebulan plus dapet makan dan tempat tinggal gratis, jadi tentara dianggap lebih “aman” daripada nganggur di luar sana. Apalagi angka pengangguran pemuda di Thailand lagi tinggi-tingginya.

Salah satu peserta, Chawanakorn Manyum (22), bilang kalau dia milih realistis aja. Emang sih ada risiko dikirim ke perbatasan, tapi setidaknya ada jaminan penghasilan tiap bulan daripada nggak jelas mau kerja apa. Kalau lo ada di posisi mereka, lo bakal pilih ambil risiko demi cuan atau mending doa kenceng-kenceng biar dapet kartu hitam?

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: beritasatu.comtanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar