Warga Jepang langsung auto panik pas Kamis pagi (25/6) jam 05.30 WIB tadi. Gak main-main, gempa tektonik bermagnitudo 6,8 baru aja ngeguncang wilayah lepas pantai timur (Near East Coast) Honshu, Jepang. Berdasarkan info valid dari Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Pak Wijayanto, episenter gempa ini ada di koordinat 40,23 LU dan 142,09 BT. Pusat gempanya itu ada di laut, jaraknya sekitar 27 kilometer arah timur Kuji, Jepang, dengan kedalaman hiposenter di 118 kilometer.
Analisis dari BMKG nyatain kalau ini tuh jenis gempa bumi menengah yang dipicu sama aktivitas deformasi batuan dalam lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Efeknya di Jepang emang berasa parah banget, utamanya di Kota Hashikami, Prefektur Aomori, yang skalanya nyampe atas 6 Shindo bikin orang susah berdiri dan perabotan rumah auto tumbang. Kereta cepat Tohoku Shinkansen aja langsung distop sementara buat cek rel, bahkan ada laporan beberapa orang terjebak di lift di Kota Hachinohe gara-gara listriknya mati otomatis demi keamanan. Kantor PM Jepang yang dipimpin Sanae Takaichi juga langsung gercep bikin satgas darurat, plus Menhan Shinjiro Koizumi langsung nerjunin SDF buat patroli udara. Untungnya, fasilitas nuklir di sana aman terkendali dan kagak ada korban jiwa.
BMKG Wanti-Wanti Netizen Indonesia Jangan Termakan Hoaks!
Meskipun guncangannya di Jepang sana heboh banget sampai kerasa ke Tokyo, netizen Indonesia gak usah ikutan fomo atau panik berlebihan, ya. BMKG udah tegasin kalau gempa M6,8 ini sama sekali kagak berpotensi memicu tsunami di wilayah Indonesia.
Pihak BMKG juga ngasih imbauan keras buat seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di daerah pesisir, supaya tetep kalem dan santuy. Jangan gampang kemakan isu belum pasti yang bikin parno. Pokoknya, pastiin selalu pantau info resmi yang valid langsung dari kanal komunikasi BMKG, mulai dari web, telegram, sampai aplikasi seluler mereka yang udah centang biru alias terverifikasi.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: liputan6.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.