Home BeritaJangan Diabaikan, Kenali Gejala Awal Ginjal Rusak

Jangan Diabaikan, Kenali Gejala Awal Ginjal Rusak

by CeritaBerita

Pernah nggak sih kalian ngerasa capek banget, terus mikirnya, “Ah, paling cuma stres kerjaan atau kurang tidur”? Nah, mending kalian mulai hati-hati deh. Soalnya, penyakit Ginjal Kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) itu sering dijuluki sebagai silent disease alias penyakit senyap.

Organ ginjal tuh kalau mulai rusak biasanya diem-diem bae, nggak pakai drama sakit di stadium awal. Banyak orang baru syok dan sadar pas fungsi ginjalnya udah anjlok parah. Istilahnya, udah telat banget buat nyesel.

Gejala Awal yang Sering Anggap Remeh

Menurut Dr Rosnawati Yahya, seorang Konsultan Ahli Nefrologi dan Dokter Transplantasi Ginjal di Sunway Medical Centre (SMC), Malaysia, tiga stadium pertama CKD itu beneran berjalan tanpa gejala sama sekali. Diwawancarai oleh media The Star, beliau negasin kalau nunggu sampai gejala parah muncul, itu artinya kalian udah telat penanganan.

Kenapa banyak yang kecolongan? Soalnya gejala awal ginjal kronis itu mirip banget sama capek biasa, anemia, atau stres harian. Apalagi buat kaum hawa, gejalanya sering dikira cuma efek penuaan atau perubahan hormon.

Beberapa alarm tubuh yang wajib banget kalian waspadai dari sekarang adalah rasa lemes dan loyo terus-menerus tanpa alasan yang jelas, serta meningkatnya frekuensi buang air kecil di malam hari alias nokturia. Selain itu, kalian juga harus jeli melihat perubahan fisik seperti munculnya pembengkakan akibat penumpukan cairan yang biasanya kelihatan jelas di area kaki, pergelangan kaki, hingga area muka.

Parahnya lagi, hasil tes darah kadang bisa “menipu”. Khususnya buat cewek yang massa ototnya dikit, kadar kreatinin yang kelihatan normal di kertas lab belum tentu beneran aman buat fungsi ginjal aslinya.

Diabetes & Hipertensi Jadi Biang Kerok, Yuk Mulai Skrining!

Gaya hidup zaman sekarang emang menantang banget. Berdasarkan data medis, penyakit metabolik kayak diabetes dan hipertensi (tekanan darah tinggi) masih jadi supervillain utama penyebab rusaknya ginjal.

Data Registri Dialisis dan Transplantasi Malaysia nyatet kalau diabetes menyumbang 56% kasus gagal ginjal, disusul hipertensi sebesar 30%. Selain itu, kalian yang punya riwayat autoimun kayak Lupus (SLE), atau pernah ngalamin komplikasi kehamilan (preeklampsia & diabetes gestasional), dan PCOS juga punya risiko ekstra.

Biar nggak kecolongan, Dr Rosnawati nyaranin banget buat rajin check-up lewat tiga tes simpel yang meliputi tes fungsi ginjal lewat darah, cek tekanan darah secara berkala, serta tes urine untuk melihat apakah ada kebocoran protein atau nggak.

“Deteksi dini itu mengubah segalanya karena pilihan pengobatan masih banyak. Tujuan kita adalah pelestarian fungsi ginjal,” kata Dr Rosnawati.

Kalau kita bisa deteksi dari awal dan nekan penurunan fungsi ginjal dari yang tadinya drop 10% per tahun jadi cuma 2% aja, banyak pasien yang masa depannya terselamatkan dan nggak perlu sampai harus cuci darah (dialisis). (d)

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar