Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, lagi-lagi nunjukkin aktivitasnya yang super aktif. Pada hari Kamis, (18/6), tepat pukul 11.10 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini kembali mengalami erupsi. BMKG melaporkan kalau tinggi kolom letusan dari puncak gunung kali ini gak main-main, yaitu tembus sampai 1.200 meter di atas puncak, alias sekitar 4.876 meter di atas permukaan laut!
Pas letusan terjadi, kolom abu vulkanik terpantau berwarna putih sampai kelabu dengan intensitas yang lumayan sedang, bergerak mengarah ke sisi timur laut. Kabar buruknya, pas laporan dari petugas pos pantau ini dirilis, proses erupsinya ternyata masih terus berlangsung. FYI aja nih, sepanjang tahun 2026 ini berjalan, Gunung Semeru tercatat udah meletus sebanyak 1.290 kali. Makanya, sampai hari Kamis, (18/6) pukul 11.25 WIB, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih tertahan di status Siaga atau Level III.
Larangan Beraktivitas dari Petugas dan Deretan Gempa Vulkanik
Melihat kondisi yang makin fluktuatif ini, Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Liswanto, langsung ngasih peringatan keras buat warga lokal maupun para wisatawan. Warga dilarang keras ngelakuin aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga gak boleh mendekat dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena ada risiko perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa meluncur sampai jarak 17 km dari puncak.
Liswanto juga ngingetin biar gak ada yang nekat mendekat dalam radius 5 km dari kawah aktif Semeru karena rawan banget kena lemparan batu pijar yang panas. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, kayak Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, harus ekstra waspada sama ancaman lahar dingin, terutama pas hujan turun.
Kalau kalian liat data dari PVMBG, pergerakan di bawah tanah Semeru emang lagi sibuk banget. Sepanjang hari Kamis periode pukul 00.00 sampai 06.00 WIB aja, terekam ada 15 kali gempa letusan dengan amplitudo bervariasi antara 12-22 mm. Gak cuma itu, pos pantau juga mencatat adanya 2 kali gempa guguran, 5 kali gempa hembusan, sampai 2 kali gempa tektonik jauh.(l)
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: liputan6.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.