Apes banget nasib seorang juru parkir (jukir) di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hari Sabtu (20/6), si jukir malah jadi korban baku hantam alias dugaan pengeroyokan oleh tiga orang tak dikenal (OTK). Kejadiannya ini berlangsung di salah satu kafe di area tersebut. Usut punya usut, keributan ini dipicu gara-gara masalah sepele: pelaku emosi karena dipalak tapi gak dikasih.
“Terjadi dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh sekitar kurang lebih tiga orang terhadap juru parkir yang ada di lokasi tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo waktu dimintai keterangan pada Sabtu (20/6).
Kronologi Kejadian: Berawal dari Minta Uang Rokok, Berakhir Pake Urat
Kejadiannya tuh bermula pas tiga orang pelaku tiba-tiba nyamperin si jukir yang lagi asyik kerja. Tanpa basa-basi, mereka langsung nodong minta duit sekitar Rp 50 ribu. Ya kali, nyari duit zaman sekarang kan susah, makanya si korban langsung nolak mentah-mentah permintaan gak jelas itu.
“Pelaku menghampiri juru parkir untuk meminta sejumlah uang kurang lebih Rp 50 ribu. Namun tidak diberikan oleh juru parkir tersebut sehingga mereka marah dan kemudian terjadi dugaan tindak pidana pengeroyokan,” lanjut AKP Anggi.
Karena gak dikasih uang gocap yang mereka minta, geng OTK ini langsung kesulut emosi. Gak pakai lama, mereka langsung main fisik dan ngeroyok si jukir di tempat kejadian. Suasana kafe yang tadinya tenang langsung berubah jadi tegang gara-gara aksi koboi para pelaku.
Polisi Gercep: Satu Pelaku Diciduk, Dua Lagi Masih Buron!
Gak butuh waktu lama buat aparat kepolisian Bogor buat turun tangan. Setelah dapet laporan, tim buser langsung bergerak melakukan penyelidikan di lapangan. Hasilnya, satu orang terduga pelaku yang punya inisial O (40) berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Tapi, drama ini belum selesai karena dua pelaku lainnya ternyata berhasil kabur dan sekarang statusnya jadi buron.
Pihak kepolisian menegaskan gak bakal kasih ampun buat para pelaku kekerasan kayak gini. Kasus ini bakal diusut sampai ke akar-akarnya biar gak ada lagi aksi premanisme yang meresahkan warga, terutama para pekerja di jalanan.
“Saat ini penanganan terus kami lakukan. Kami juga mengidentifikasi dua terduga pelaku lainnya dan sedang melakukan pengejaran. Kami akan menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegas Anggi.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: liputan6.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.