Home HukumImbas Korupsi Proyek Pangan, Gedung BGN Auto Disegel

Imbas Korupsi Proyek Pangan, Gedung BGN Auto Disegel

by CeritaBerita

Koalisi masyarakat sipil yang menamakan diri mereka MBG Watch baru aja menggelar aksi teatrikal yang super berani. Gak pakai lama, mereka nekat melakukan aksi simbolik menyegel Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta Pusat pada Rabu (10/6).

Suasana di lokasi bener-bener pecah dan memanas. Sambil bawa atribut aksi, massa langsung menempelkan bermacam-macam poster protes tepat di atas garis polisi yang emang udah terpasang sebelumnya di Kantor BGN. Suara teriakan bernada kemarahan menggema di sepanjang jalan. “Segel, segel, segel BGN! Segel BGN sekarang juga!” teriak massa aksi dengan kompak dan lantang. Mereka nuntut keadilan total atas kacaunya proyek pangan ini.

Aktivis Ngaku Gak Kaget Mantan Bos Dadan Hindayana Diciduk

Salah satu anggota MBG Watch yang juga merupakan peneliti dari Transparency International Indonesia (TII), Agus Sarwono, angkat bicara soal aksi nekat ini. Agus blak-blakan bilang kalau penyegelan ini adalah puncak dari rasa muak dan kecewa masyarakat sipil terhadap bobroknya pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Aksi hari ini sebenarnya sebagai bentuk kekecewaan kita semua. Kita ini udah dari tahun lalu lho ngingetin Badan Gizi Nasional buat ekstra hati-hati dalam ngejalanin program gede ini,” tutur Agus dengan nada geregetan.

Lucunya, Agus bareng rekan-rekan aktivis lainnya mengaku sama sekali gak kaget waktu denger kabar mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, beserta kroni-kroninya resmi ditangkap dan ditahan oleh Kejaksaan Agung. Kenapa gak kaget? Soalnya, borok dan potensi mega korupsi di lembaga tersebut emang udah mereka prediksi bakal meledak sejak jauh-jauh hari!

Laporan Risiko Korupsi Diabaikan Begitu Saja Oleh Pihak BGN

Usut punya usut, MBG Watch ternyata gak asal tebak. Agus ngejelasin kalau tahun lalu mereka udah nyerahin hasil kajian resmi yang namanya corruption risk assessment alias kajian risiko korupsi khusus untuk program Makan Bergizi Gratis. Di dalam laporan itu, mereka udah kasih peringatan dini dan memetakan titik-titik mana aja yang rawan jadi bancakan koruptor, terutama dalam urusan pengadaan barang dan jasa.

“Tapi ya gitu, laporan dan hasil kajian riset kami sepertinya cuma dianggap angin lalu dan diabaikan begitu aja sama mereka. Makanya, pas Dadan dkk ditangkap Kejaksaan, kami gak kaget sama sekali. Dari awal prediksi kami emang kebukti, permainan kotornya ada di sektor pengadaan barang dan jasa,” pungkas Agus.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar