Home BeritaHarga LPG Tembus Rp. 460.000 di NTT, GMKI Demo Besar

Harga LPG Tembus Rp. 460.000 di NTT, GMKI Demo Besar

by CeritaBerita

Krisis energi di Nusa Tenggara Timur (NTT) rupanya bikin tensi para pemuda makin mendidih. Gak tinggal diam melihat penderitaan rakyat, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) bareng sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) langsung gercep menggeruduk kantor PT Pertamina Patra Niaga pada hari Jumat, tanggal (22/05). Dalam aksi unjuk rasa sekaligus audiensi tersebut, GMKI Kupang blak-blakan membawa setumpuk persoalan krusial yang bikin masyarakat NTT menjerit. Mulai dari urusan bahan bakar minyak (BBM) yang langka di wilayah kepulauan, sampai harga gas LPG 12 kilogram yang melonjak ugal-ugalan di Kota Kupang.

Aksi demo ini dipicu sama laporan warga yang kesusahan dapet BBM di daerah terisolir kayak Waingapu, Rote Ndao, Sabu Raijua, hingga kawasan Amfoang. Kabid Aksi dan Pelayanan GMKI Kupang, Putra Umbu Toku Ngundang, saat diwawancarai media pada hari Minggu, tanggal (24/05), curhat kalau kondisi di lapangan udah parah banget. “Harga LPG 12 kilogram di lapangan sangat variatif. Kami menemukan harga berkisar antara Rp380.000 hingga Rp460.000 per tabung. Ini jelas sangat memberatkan masyarakat,” tegas Putra. Dampaknya langsung terasa ke pelaku UMKM makanan dan kuliner kecil yang modalnya pas-pasan, sampai emak-emak rumah tangga yang terpaksa pangkas uang belanja lain demi dapur tetap ngebul.

Pertamina Bongkar Alasan Ongkos Mahal dan Janji SBPE Rampung Dua Bulan

Menanggapi tuntutan panas dari para mahasiswa, pihak PT Pertamina Patra Niaga langsung buka suara. Mereka berdalih kalau mahalnya harga LPG di NTT itu dipengaruhi sama tingginya ongkos distribusi gara-gara tantangan geografis yang berat banget. Udah gitu, Pertamina juga menyentil adanya praktik nakal dari pihak ketiga alias spekulen yang hobi borong gas di agen resmi terus dijual lagi ke masyarakat dengan harga selangit. Padahal aturan resminya, margin keuntungan penjualan LPG itu gak boleh lebih dari Rp10.000 per tabung, dan aturan ini sudah disebar lewat surat edaran ke agen sampai para pengecer eceran alias “oplet-oplet” LPG di Kota Kupang.

Tapi tenang, Pertamina gak cuma ngeles aja kok. Buat mengatasi masalah distribusi ini, mereka membocorkan kalau saat ini lagi ngebut membangun fasilitas Stasiun Bulk Pengisian Elpiji (SBPE) di wilayah NTT. Fasilitas ini nantinya bakal jadi tempat pengisian ulang tabung resmi yang ditargetkan bakal rampung sekitar dua bulan ke depan, jadi ongkos kirim bisa dipangkas habis dan harga bakal stabil lagi. Di akhir pertemuan, GMKI mendesak Pertamina buat menggandeng aparat kepolisian demi memperketat pengawasan biar gak ada oknum yang nimbun atau mainin harga di atas penderitaan rakyat. Mereka juga mewanti-wanti Pertamina supaya daerah terpencil kayak Amfoang gak dianaktirikan soal pasokan BBM. Kita kawal terus janjinya ya, gaes!

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: suaraindonesia.co.id tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar