Kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Kota Bekasi bener-bener lagi di ujung tanduk, nih! Buat lo yang belum tahu, volume sampah di sana udah hampir menyentuh batas maksimal alias mau penuh banget, guys. Efeknya nggak main-main, mulai dari emisi gas metana yang melonjak drastis, sampai bikin kondisi lingkungan di sekitarnya jadi buruk banget buat kesehatan warga lokal.
Situasi makin diperparah karena TPST Bantargebang sebenernya masih dalam mode pemulihan total pasca insiden longsor yang sempat terjadi pada (08/03) lalu. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat, (22/05) kemarin, aktivitas pengurukan di sana emang kelihatan masih normal sih. Beberapa alat berat masih dikerahkan buat ngebersihin sisa-sisa gunungan sampah. Tapi jangan salah, sekarang jumlah truk sampah yang boleh masuk dari Jakarta udah mulai dibatasi ketat banget setiap harinya!
Jakarta Cuma Boleh Kirim Sampah Residu Doang!
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, sempat buka suara lewat keterangan tertulisnya pada Rabu, (20/05). Dia ngejelasin kalau tim teknis lagi sibuk banget memperkuat lereng, bikin sistem terasering, sampai memperbaiki infrastruktur operasional di TPST Bantargebang. Gara-gara proses penataan pasca-longsor ini, kuota truk sampah dari Jakarta dipangkas habis-habisan dan cuma dibatasi sekitar 700 rit aja per hari.
Melihat kondisi yang makin darurat ini, pemerintah jelas nggak mau tinggal diam dong. Menteri Lingkungan Hidup Jumhur langsung ngasih dukungan penuh pas Pemprov DKI Jakarta mendeklarasikan gerakan pilah sampah di arena Car Free Day (CFD) Thamrin pada Minggu, (10/05).
Nggak main-main, Pak Menteri bahkan langsung ngasih ultimatum keras yang bikin ketar-ketir: mulai tanggal (01/08) nanti, TPST Bantargebang cuma bakal mau menerima sampah jenis residu doang! Artinya, kalau warga Jakarta masih pada malas memilah sampah organik dan anorganik dari rumah, siap-siap aja tumpukan sampah bakal ketahan dan menumpuk di Ibu Kota.
Langkah tegas ini terpaksa diambil biar Bantargebang nggak makin overload dan umurnya bisa sedikit lebih panjang. Jadi, buat kita-kita yang sering nyampah, yuk mulai sekarang belajar pilah sampah sendiri dari rumah biar gak bikin bumi makin menderita. Jangan sampai Jakarta berubah jadi lautan sampah ya, stay safe dan mulai pilah sampah lo sekarang juga!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.