Home BeritaGempa Palu Bikin Jalur Logistik Amblas Total

Gempa Palu Bikin Jalur Logistik Amblas Total

by CeritaBerita

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 baru aja mengguncang kawasan Palu dan sekitarnya pada Selasa (16/6) kemarin. Berdasarkan laporan terbaru dari Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, bencana ini memakan satu korban jiwa yang teridentifikasi berada di wilayah Kabupaten Sigi.

Gak cuma itu, efek guncangan ini juga bikin ratusan rumah rusak dan membuat warga sekitar auto-panik. Data sementara mencatat ada sekitar 312 jiwa atau 110 Kepala Keluarga (KK) di Sulteng yang terdampak langsung sama bencana ini.

Kenapa Bisa Sehancur Ini? Pakar Sebut Ada “Jebakan” Sedimen Lunak

Melihat efeknya yang destruktif banget, Pengamat Gempa dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, langsung buka suara. Beliau menjelaskan kalau gempa kemarin itu termasuk jenis gempa kerak dangkal yang dipicu sama aktivitas sesar aktif. Nah, yang bikin guncangannya terasa super hebat itu karena kawasan Palolo dan Sausu merupakan zona tarikan dari Sesar Palu-Koro.

Zona ini ngebentuk cekungan yang isinya endapan sedimen lunak. “Inilah yang menjadi kunci mengapa guncangan gempa ini menjadi sangat destruktif,” ungkap Daryono. Jadi, si sedimen lunak ini sifatnya mengamplifikasi alias memperkuat gelombang gempa. Alhasil, bangunan di atasnya bakal diguncang jauh lebih brutal dibanding area yang tanahnya keras.

Dampaknya langsung kelihatan nyata. Mulai dari ratusan rumah di Kabupaten Sigi yang hancur lebur karena bangunannya belum standar tahan gempa, sampai putusnya akses jalan vital ruas Palu–Sigi–Poso karena amblas!

Trauma Masa Lalu dan Pentingnya Pemda Melek Mitigasi

Secara historis, wilayah Sulteng ini emang langganan gempa sejak tahun 1983, 1995, 2005, sampai 2017. Gak heran kalau guncangan kemarin langsung bikin trauma kolektif masyarakat kambuh lagi dan memicu kepanikan massal.

Makanya, Daryono ngingetin banget kalau paradigma mitigasi kita harus diubah. Pemda gak boleh cuma fokus pada jalur sesar utama aja, tapi harus gercep memetakan area rawan gempa secara detail (mikrozonasi seismik). Data ini wajib dijadikan acuan buat penataan ruang, jadi gak ada lagi tuh izin pembangunan rumah atau gedung di atas zona sesar aktif. Ingat, tinggal di zona seismik aktif kayak Sulawesi Tengah bikin kesiapsiagaan itu jadi kebutuhan mutlak, bukan opsi lagi!

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: liputan6.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar