Drama soal tudingan ijazah palsu yang menyeret nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), ternyata masih bergulir panas nih. Lewat kuasa hukumnya, Rivai Kusumanegara, pihak Jokowi menegaskan kalau mereka gak mau tergesa-gesa atau grasak-grusuk dalam penanganan kasus yang lagi ditangani sama Polda Metro Jaya ini. Hal itu disampaikan langsung sama Rivai dalam program Head to Head di CNN Indonesia TV pada Rabu, (20/05) malam.
Menurut Rivai, proses penyidikan ini emang harus dilakukan secara objektif dan super hati-hati banget. Tujuannya biar gak ada salah tangkap, alias orang yang beneran bersalah jangan sampai lolos, dan sebaliknya, orang yang gak tahu apa-apa jangan sampai ikutan terseret perkara. Makanya, kubu Jokowi milih buat mempercayakan semuanya ke polisi tanpa perlu didesak-desak.
Minta Lanjut Sampai Sidang Biar Gak Digoreng Terus
Kubu Jokowi tetap berharap kalau perkara ini bisa diteruskan sampai ke meja hijau alias persidangan. Pasalnya, isu miring ini udah telanjur jadi konsumsi publik dan nyeret banyak instansi gede, mulai dari UGM, KPU, sampai Kemendikbud. Dengan dibawa ke sidang, semuanya bakal dibuka secara terang benderang biar ketahuan siapa yang halu dan apakah ijazah tersebut asli atau palsu.
Selain itu, langkah ini diambil buat pulihin nama baik Jokowi dan ngasih kepastian hukum biar 5 tahun ke depan gak ada lagi kelompok random yang hobi nge-goreng isu basi ini. Sejauh ini, Polda Metro Jaya sendiri udah menetapkan lima tersangka yang bakal lanjut sampai sidang, termasuk nama-nama yang gak asing kayak Roy Suryo dan dr Tifa. Sementara itu, tiga tersangka lainnya kayak Eggi Sudjana cs resmi distop alias di-SP3. Kita pantau terus deh ujung dramanya gimana!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.