Gunung Semeru di Jawa Timur lagi-lagi nunjukkin aktivitasnya nih. Pada Jumat pagi (22/5), gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami erupsi sampai dua kali berturut-turut. Menurut info dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, letusan pertama itu terjadi sekitar jam 06.44 WIB. Gak main-main, tinggi kolom abu yang disemburkan terpantau mencapai 1.000 meter alias satu kilometer di atas puncak gunung!
Warna kolom abunya sendiri kelihatan putih sampai kelabu dengan intensitas yang lumayan sedang, terus bergerak mengarah ke timur laut. Belum sempat warga bernapas lega, eh sekitar jam 07.55 WIB, Semeru kembali erupsi buat yang kedua kalinya. Tapi pas erupsi kedua ini, visual letusannya gak kelihatan sama sekali dari pos pengamatan karena kondisi puncak gunung lagi ketutupan kabut tebal.
Status Siaga dan Larangan yang Gak Boleh Dilanggar
Meskipun Semeru lagi aktif banget, statusnya saat ini masih bertahan di Level III alias Siaga. Karena situasinya yang fluktuatif, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung ngeluarin beberapa rekomendasi penting yang wajib dipatuhi demi keselamatan bersama. Masyarakat ataupun wisatawan dilarang keras ngelakuin aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, terutama dalam radius 13 kilometer dari puncak erupsi.
Gak cuma itu, warga juga diwanti-wanti buat ngejauh dari bibir sungai sejauh 500 meter di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Soalnya, area ini rawan banget kena perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa meluncur deras sampai jarak 17 kilometer dari puncak. Oh iya, batas aman lainnya adalah radius 5 kilometer dari kawah utama. Jangan coba-coba mendekat ke sana kalau gak mau kena lontaran batu pijar yang super panas! Liswanto juga ngingetin warga buat selalu waspada sama potensi lahar dingin di sungai-sungai kecil sekitar Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, apalagi kalau cuaca di atas puncak lagi hujan deras.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.