Aksi demonstrasi besar-besaran kembali pecah dan bikin jalur transportasi utama di Jawa Timur lumpuh total. Ribuan buruh dari PT Pakerin nekat memblokade jalan nasional yang menghubungkan wilayah Mojokerto dan Sidoarjo, tepatnya di kawasan Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Aksi nekat yang digelar pada hari Senin, (22/6) ini dipicu oleh kekesalan mendalam para pekerja yang terkena badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh pihak manajemen perusahaan.
Sejak pagi buta, ribuan buruh yang bekerja di pabrik yang berlokasi di Desa Bangun tersebut sudah berkerumun dan memadati area depan gerbang utama. Gak cuma pekerja lokal, massa buruh yang datang ternyata juga berasal dari berbagai kecamatan di wilayah Mojokerto hingga Sidoarjo. Mereka kompak turun ke jalan demi menolak keras rencana pihak perusahaan yang diisukan bakal mengeluarkan peralatan dan mesin-mesin produksi dari dalam pabrik. Para buruh cemas banget kalau aset penting itu dipindahkan atau diam-diam dijual sebelum hak-hak normatif mereka dibayarkan secara lunas.
Hak Buruh dan Tunggakan Upah Masih Gantung!
Aksi blokade jalan ini sebenarnya adalah puncak dari rasa frustrasi para buruh. Masalahnya, urusan hak-hak pekerja pasca-PHK, termasuk persoalan krusial seperti tunggakan upah bulanan yang belum dibayar, sampai sekarang masih belum diselesaikan sama sekali oleh pihak perusahaan. Buruh menilai tindakan perusahaan yang mau mengosongkan isi pabrik adalah langkah curang buat menghindari kewajiban mereka.
Para demonstran merasa kalau peralatan pabrik itu adalah satu-satunya jaminan yang tersisa. Kalau mesin-mesin di dalam pabrik sampai lolos dibawa keluar, mereka takut pihak manajemen bakal lepas tangan dan kabur gitu aja tanpa membayar sepeser pun uang pesangon yang menjadi hak sah para pekerja secara hukum. Makanya, benteng pertahanan terakhir ya dengan cara menghadang pintu gerbang dan memboikot aktivitas keluar-masuk barang.
Jalan Nasional Lumpuh, Kemacetan Mengular Panjang
Gak main-main, karena jumlah massa yang membeludak dan emosi yang makin menyala, para buruh gak cuma menutup akses pintu masuk pabrik aja. Mereka juga melebarkan aksi dengan memblokade total jalan nasional penghubung Mojokerto-Sidoarjo yang berada tepat di depan perusahaan. Akibat dari pemblokiran jalan utama ini, arus lalu lintas di kawasan Pungging langsung tersendat parah dan memicu kemacetan horor yang mengular hingga berkilo-kilometer.
Banyak supir truk logistik dan pengendara motor yang terjebak berjam-jam di jalur utama tersebut tanpa bisa berkutik. Sampai berita ini diturunkan, suasana di lapangan dikabarkan masih cukup tegang, dan para buruh menegaskan gak bakal membuka blokade jalan sampai ada kejelasan atau mediasi langsung dari bos perusahaan terkait nasib nasib mereka.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: inews.id tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.