Home BeritaBI Rate Naik 5,50%, Cicilan KPR Makin Mahal

BI Rate Naik 5,50%, Cicilan KPR Makin Mahal

by CeritaBerita

Bank Indonesia (BI) baru aja menaikkan suku bunga acuan alias BI Rate jadi 5,50 persen. Keputusan ini diumumkan langsung pada hari Rabu (10/6). Efek domino dari kebijakan ini jelas bakal bikin suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ikutan meroket, dan otomatis cicilan bulanan kamu bakal makin ugal-ugalan mahalnya.

Pengamat Perbankan & Praktisi Sistem Pembayaran, Arianto Muditomo, ngejelasin kalau kenaikan BI Rate ini bakal ningkatin biaya dana perbankan (cost of fund). Nah, karena modal bank jadi lebih mahal, mau gak mau bank bakal numpukin beban itu ke nasabah dengan cara naikin bunga kredit, termasuk KPR, secara bertahap.

Menurut Arianto, kenaikan BI Rate sebesar 0,25 persen ini berpotensi mendongkrak bunga KPR floating sekitar 0,25 sampai 0,50 persen, tergantung gimana kondisi likuiditas masing-masing bank.

Simulasi Cicilan: Dari Ratusan Ribu Sampai Bikin Elus Dada

Biar punya gambaran, Arianto ngasih simulasi nih. Misalkan kamu ngambil rumah seharga Rp750 juta dengan tenor 15 tahun dan bunga awal 10%. Awalnya, cicilan kamu tuh ada di angka Rp8,05 juta per bulan. Tapi, kalau bunganya naik jadi 10,5%, cicilan kamu bakal melonjak jadi Rp8,26 juta. Artinya, kamu harus nambah sekitar Rp210 ribu tiap bulan. Keliatannya kecil? Coba kaliin setahun, lumayan banget buat modal ngopi.

Gak mau kalah, Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, juga ngasih hitung-hitungan buat rumah seharga Rp1 miliar. Kalau bunga efektif KPR naik dari 9% ke 9,25%, cicilan bulanan bakal naik sekitar Rp150.000 – Rp200.000. Nah, kalau bunganya boncos sampai 9,5%, siap-siap aja bayar ekstra Rp300.000 – Rp400.000 per bulannya.

Kapan Dompet Mulai Kerasa Efeknya?

Tenang, jangan langsung panik banting celengan hari ini juga. Arianto bilang efek kenaikan ini gak bakal langsung instan dipukul rata besok pagi. Bank butuh waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan buat evaluasi likuiditas dan persaingan pasar.

Senada dengan itu, pengamat lain bernama Ali juga memprediksi kalau dampak nyata ke masyarakat baru bakal kerasa sekitar 3 sampai 5 bulan ke depan. Tapi, buat kamu yang baru mau ngajuin KPR baru, efeknya bakal instan berasa di brosur penawaran bunga yang baru.

Ferry Salanto nambahin, buat yang lagi nyari rumah, momen ini bakal bikin mereka mikir dua kali dan re-calculating kemampuan finansial. Bahkan, sebagian besar kemungkinan bakal milih buat wait and see atau menunda beli rumah sampai situasi lebih stabil. Buat kamu yang KPR-nya masih di masa fixed rate, aman kok. Tapi buat tim floating rate, siap-siap aja ya ikat pinggang lebih kencang.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar