Abis seru-seruan di Piala Eropa 2024 lalu, Timnas Swiss sekarang lagi masuk fase transisi yang lumayan bikin ketar-ketir nih. Gimana enggak? Banyak banget pemain kunci mereka yang kompak mutusin buat pensiun dari tim nasional. Sebut aja kiper andalan Yann Sommer sama bek tangguh Fabian Schar yang selama ini jadi tembok kokoh Swiss, sekarang udah gak ada lagi di skuad.
Gak cuma mereka berdua, Xherdan Shaqiri yang sering dijuluki “Messi-nya Swiss” gara-gara hobi nyetak gol magis dan eksplosif juga ikutan pensiun. Alhasil, beban berat plus tanggung jawab penuh sekarang resmi pindah ke pundak sang kapten, Granit Xhaka. Gelandang senior berusia 33 tahun ini diharapkan bisa ngegendong performa A-Team biar gak lemes di turnamen paling bergengsi sejagat raya ini.
Gacor Bareng Sunderland, Xhaka Siap Tularkan Mental Juara ke Skuad Muda
Tapi tenang aja, kualitas Xhaka emang lagi panas-panasnya kok! Pemain berkepala tiga ini baru aja tampil luar biasa sepanjang Premier League musim 2025/2026 bareng klubnya, Sunderland. Gak main-main, kedatangan Xhaka langsung berhasil menyulap The Black Cats jadi tim sangar yang lolos ke pentas Eropa, padahal status mereka cuma tim promosi dari Championship!
Modal mental juara inilah yang dibawa Xhaka ke Kualifikasi zona Eropa kemarin. Hasilnya keren banget, Swiss sukses keluar sebagai juara Grup B dengan torehan 14 gol dan cuma kebobolan dua kali dari enam pertandingan. Kini, di penampilannya yang keempat di Turnamen Akbar Sepak Bola, Xhaka bukan lagi pemuda yang emosian atau impulsif kayak dulu. Dia udah menjelma jadi sosok pemimpin bijak yang siap bimbing daun-daun muda Swiss di lapangan.
Tantangan Perdana di Santa Clara: Swiss Gak Mau Cuma Jadi Tim Penghibur!
Swiss sendiri punya rekor yang agak nanggung di tiga edisi Turnamen Akbar Sepak Bola sebelumnya, karena langkah mereka selalu mentok dan kandas di babak 16 besar. Xhaka menegaskan kalau kali ini Swiss gak mau cuma numpang lewat atau jadi tim penghibur doang. “Selama saya masih punya keinginan untuk menaklukkan prestasi baru… Kami ingin mewujudkan mimpi tim nasional Swiss,” ucap Xhaka dengan penuh rasa optimis sebelum mereka terbang ke Amerika Serikat.
Ujian perdana Xhaka cs buat ngebuktiin omongan itu bakal langsung tersaji di laga pertama Grup B melawan Qatar. Duel panas ini dijadwalkan bakal berlangsung di Levi’s Stadium, Santa Clara, pada Minggu, (14/06) dini hari WIB. Berhubung ini kemungkinan besar bakal jadi Turnamen Akbar Sepak Bola terakhir buat sang jenderal lapangan tengah, Xhaka pasti bakal tampil habis-habisan demi bisa pulang ke negaranya dengan rasa bangga.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.