Home KesehatanPutri Thailand Meninggal Dunia Usai Koma Tiga Tahun

Putri Thailand Meninggal Dunia Usai Koma Tiga Tahun

by CeritaBerita

Dunia internasional lagi berduka. Kabar duka ini datang dari keluarga Kerajaan Thailand. Putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn, yaitu Putri Bajrakitiyabha, dilaporkan meninggal dunia pada usia 47 tahun. Pihak kerajaan mengumumkan kalau sang putri mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok, pada Kamis (11/6) malam waktu setempat setelah sempat berjuang melawan koma panjang selama lebih dari tiga tahun.

“Tim medis telah memberikan perawatan yang paling dekat dan intensif yang memungkinkan, tetapi kondisinya terus menurun secara progresif,” tulis pernyataan resmi pihak kerajaan, yang dikutip dari BBC pada hari Jumat ini. Kepergian sang putri jelas jadi pukulan telak dan kehilangan yang luar biasa besar buat masyarakat dan juga internal monarki Thailand.

Kronologi Sakitnya Sang Putri: Kolaps Pas Lagi Asyik Olahraga

Buat yang belum tahu, kondisi kesehatan Putri Bajrakitiyabha emang udah jadi sorotan publik sejak akhir Desember 2022 lalu. Waktu itu, sang putri tiba-tiba pingsan atau kolaps pas lagi asyik olahraga lari bareng anjing kesayangannya. Setelah diperiksa sama tim dokter, ternyata beliau mengalami gangguan irama jantung yang super serius alias aritmia berat.

Nah, usut punya usut, kondisi aritmia berat ini dipicu sama infeksi bakteri mycoplasma yang menyerang bagian jantungnya. Bakteri ini sebenarnya biasa nyerang saluran pernapasan, tapi dalam kasus langka, bisa bikin otot jantung meradang (miokarditis). Akibatnya, sistem kelistrikan jantungnya terganggu, aliran darah dan oksigen ke otak mampet, sampai bikin sang putri kehilangan kesadaran dan koma berkepanjangan sejak akhir 2022 sampai tahun 2026 ini.

Sosok Putri Berprestasi dan Gimana Nasib Suksesi Kerajaan?

Putri Bajrakitiyabha ini bukan anggota kerajaan biasa yang cuma modal nama besar, guys. Beliau tuh cerdas banget dan punya dua gelar pascasarjana hukum dari Cornell University, Amerika Serikat! Kariernya mentereng banget, mulai dari jadi jaksa, Duta Besar Thailand untuk Austria, sampai aktif di PBB (UNODC) buat memperjuangkan hak-hak perempuan dan narapidana. Bahkan pada 2021, sang Raja mengangkatnya sebagai kepala staf pengawal pribadi kerajaan dengan pangkat jenderal!

Karena aktif, gemar olahraga, dan punya track record bersih, banyak pengamat menilai kalau sang putri adalah calon kuat yang bakal megang peran penting buat masa depan monarki Thailand. Dengan wafatnya sang putri di Bangkok per tanggal (11/06) kemarin, teka-teki soal siapa yang bakal jadi penerus takhta kerajaan Thailand selanjutnya otomatis langsung jadi obrolan hangat lagi, secara sampai sekarang belum ada keputusan resmi dari sang Raja.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar